News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

MotoGP

Quartararo Cs Dibungkam Yamaha setelah MotoGP Thailand, Langkah Kontroversial Terkait Progres V4

Penulis: Niken Thalia
Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COMĀ - Setelah seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (1/3/2026) rampung, Yamaha mengambil langkah kontroversial pasca-balapan.

Alih-alih para pembalap hadir untuk memberikan keterangan di ruang media seperti biasanya, yang muncul justru Managing Director Yamaha Racing, Paolo Pavesio.

Sementara itu, keempat pembalap pabrikan seperti termasuk Fabio Quartararo dan Alex Rins tidak tampil memberikan pernyataan kepada media.

Absennya para pembalap Yamaha dalam sesi konferensi pers seusai balapan memicu berbagai spekulasi, terutama terkait performa Yamaha yang dinilai masih jauh dari kompetitif.

Pada GP Thailand, Yamaha hanya mampu meraih tiga poin dari dua pembalapnya. Quartararo finis di posisi ke-14, sedangkan Rins berada di urutan ke-15. Tim Prima Pramac Yamaha pun tampil jauh dari ekspektasi.

Alasan di Balik Keputusan Tersebut

Menurut laporan Corsedimoto, keputusan tersebut bukan disebabkan oleh hasil buruk di lintasan, melainkan bagian dari strategi komunikasi tim dalam mengelola situasi di tengah proyek besar yang sedang dijalankan Yamaha.

Pavesio menjelaskan bahwa tim tengah menjalani revolusi teknis melalui pengembangan mesin V4 baru yang diproyeksikan menjadi basis menghadapi regulasi MotoGP 2027.

lihat foto QUARTARARO - Pebalap Yamaha Monster Energy Team Fabio Quartararo berbicara kepada media setelah latihan bebas kedua untuk Grand Prix MotoGP Jerman di sirkuit Sachsenring, pada 16 Juni 2023. (Foto Arsip Juni 2023). Ronny Hartmann / AFP

Namun, proyek tersebut belum menunjukkan hasil yang kompetitif di lintasan.

Dalam konferensi singkat di Buriram, Pavesio menyatakan bahwa proyek ini bersifat kompleks dan membutuhkan waktu. Ia menegaskan bahwa tim harus menerima kenyataan posisi mereka saat ini dan melangkah secara bertahap untuk mengejar ketertinggalan.

Pavesio juga menjelaskan alasan dirinya yang mewakili tim di hadapan media. Menurutnya, setelah akhir pekan yang sulit, lebih tepat jika manajemen yang memberikan penjelasan terkait arah dan perkembangan proyek, dibandingkan membiarkan pembalap menjawab berbagai pertanyaan yang berpotensi menimbulkan polemik.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk melindungi pembalap, melainkan untuk menjelaskan posisi tim dalam proyek yang sedang berlangsung.

Strategi semacam ini terbilang jarang dalam ajang MotoGP. Umumnya, pembalap tetap hadir untuk memberikan keterangan secara terbuka seusai balapan, termasuk menjelaskan kendala teknis maupun potensi perbaikan.

Tak heran efeknya memunculkan anggapan bahwa Yamaha berupaya meredam kemungkinan munculnya komentar negatif yang dapat memperburuk citra pabrikan di tengah masa transisi pengembangan mesin baru.

Baca juga: MotoGP Mulai Khawatirkan Seri Balapan di Qatar Imbas Perang Iran vs AS-Israel

Pengembangan Mesin V4

Merangkum MotoGP, Pavesio menegaskan bahwa proyek mesin V4 merupakan langkah strategis jangka panjang.

Yamaha memulai fase pengembangannya sejak 2025 sebagai persiapan menghadapi regulasi MotoGP 2027, ketika konfigurasi mesin V4 diprediksi menjadi standar baru di kalangan pabrikan besar.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini