Perubahan ini sekaligus menandai berakhirnya era mesin Inline-4 yang selama bertahun-tahun menjadi identitas Yamaha.
Peralihan tersebut bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan perubahan mendasar. Karakter motor serta pendekatan kerja tim teknis akan mengalami penyesuaian signifikan.
Mesin V4 memiliki potensi akselerasi yang lebih agresif, tetapi memerlukan proses pengembangan yang matang sebelum mampu bersaing secara optimal.
Meski demikian, sejumlah pengamat dan penggemar menilai bahwa pembatasan akses pembalap kepada media dapat menjadi langkah yang berisiko.
Di satu sisi, kebijakan tersebut dapat menjaga stabilitas internal dan citra manajemen. Namun, di sisi lain, hal itu juga berpotensi mengurangi transparansi komunikasi kepada publik dan komunitas balap yang menantikan penjelasan langsung dari para pembalap.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan