TRIBUNNEWS.COMĀ - Babak semifinal All England 2026 menyuguhkan fata dengan ulasan menarik dari sektor ganda putra Indonesia.
Hari ini, Indonesia hanya bertumpu pada pasangan non-unggulan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, untuk bisa ke final All England 2026, Sabtu (7/3/2026).
Tugas berat menanti mereka untuk menjaga marwah delegasi Merah Putih dalam turnamen level Super 1000 tersebut.
Sebagai tumpuan utama, Raymond/Joaquin akan menantang raksasa Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Status kedua pasangan ini bak bumi dan langit. Kim/Seo adalah juara bertahan All England 2025 sekaligus ganda putra nomor satu dunia saat ini.
Meski secara di atas kertas tertinggal jauh, kejutan dari Raymond/Joaquin sangat dinantikan oleh para pencinta bulu tangkis tanah air.
Perjalanan Raymond/Joaquin sejauh ini menunjukkan kemiripan yang mencolok dengan senior mereka, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.
Sebelum Bagas berpasangan dengan Leo Rolly Carnando dan Fikri dengan Fajar Alfian, duo ini pernah mengukir sejarah manis pada All England 2022.
Kala itu, Bagas/Fikri melakoni debut di turnamen tertua di dunia ini sebagai pasangan non-unggulan yang tidak diperhitungkan.
Baca juga: Jadwal Semifinal All England 2026, Raymond/Joaquin vs Juara Bertahan Kim/Seo
Namun, anak asuh Herry IP tersebut tampil meledak. Setelah melewati rekan senegara, Pramudya/Yeremia di babak pertama, mereka terus melaju dengan menumbangkan wakil-wakil elit dunia:
Tercatat di babak kedua mengalahkan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia). Lanjut diĀ perempat final mampu menundukkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang).
Hasil manis lainnya dari Bagas/Fikri di babak semifinal sukses menumbangkan sang senior, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya.
Terakhir di final, mereka menuntaskan perlawanan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan untuk naik ke podium tertinggi.
Menanti Dejavu di Semifinal
Kisah heroik tersebut kini seolah terulang lewat kaki Raymond/Joaquin.
Perjalanan mereka menuju semifinal All England 2026 pun terbilang impresif.
Baca tanpa iklan