Yang menjadi sorotan, received (penerimaan bola pertama) yang kurang sempurna menyelimuti gaya bermain skuad Electric PLN.
Kondisi tersebut berlangsung cukup lama hingga membuat Gresik Phonska makin menjauh dari Electric PLN hingga kedudukan 16-12 di technical time out kedua.
Annie Mitchem on fire, ia tampil sangat agresif dalam menyerang.
Gresik Phonska menutup set pertama dengan kemenangan 25-16.
Lanjut ke set kedua, pergantian pemain dilakukan Gresik Phonska dan Elecric PLN.
Gresik Phonska memasukkan Ajeng Nur Cahaya dan menarik Mediol Yoku.
Lalu dari kubu Elecric PLN, Chamnan Dokmai memasukkan Khalisa Azilia Rahma yang menggantikan Afra Hasna.
Dominasi masih dipegang Gresik Phonska. Mereka bermain stabil dan menutup set kedua dengan kemenangan 25-15.
Di set ketiga, Elecric PLN mampu menghadirkan kejutan. Neriman dkk bangkit.
Intensitas yang cukup panas mewarnai jalannya laga.
Bahkan pelatih Gresik Phonska, Alessandro Lodi, sampai mendapat kartu merah karena terlalu berlebih dalam menyampaikan protes kepada wasit.
Dalam dunia voli, pelatih yang mendapat kartu merah akan tetap berada di lapangan. Beda dengan sepak bola maupun cabang olahraga lainnya.
Sempat tertinggal 9-13, Gresik Phonska dengan daya juangnya yang tinggi akhirnya bisa menyamakan kedudukan hingga berbalik unggul.
Set ketiga kembali dimenangkan Gresik Phonska dengan skor 25-19.
(Tribunnews.com/Isnaini)
Baca tanpa iklan