TRIBUNNEWS.COM - Babak 32 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026 baru saja usai. Rentetan hasil minor yang diraih para penggawa Negeri Jiran seolah membenarkan keresahan sang Direktur Kepelatihan Sektor Ganda, Rexy Mainaky.
Sebelum turnamen bergulir, legenda bulu tangkis Indonesia itu sempat menyentil persoalan mentalitas dan ketergantungan akut timnya pada segelintir nama elit.
Kekhawatiran Rexy bukan tanpa alasan.
Nama-nama seperti Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Pearly Tan/M. Thinaah, serta Chen Tang Jie/Toh Ee Wei kembali dipaksa memikul beban negara sendirian.
Ketika para pemain pelapis diharapkan mampu memberikan kejutan, kenyataan di lapangan justru berbicara sebaliknya.
Badai kekalahan dini atau early exit menghantam skuad Malaysia di berbagai sektor.
Sektor tunggal putra menjadi sorotan tajam setelah Leong Jun Hao gagal membendung dominasi Jonatan Christie.
Jun Hao harus mengakui keunggulan Jojo melalui kekalahan dua gim langsung.
Nasib serupa menimpa juniornya, Justin Hoh, yang juga dipaksa menelan pil pahit saat berhadapan dengan tunggal muda Indonesia, Alwi Farhan.
Kondisi kontras terjadi di sektor tunggal putri. Wong Ling Ching langsung angkat koper setelah diadang tembok besar asal India, Pusarla V. Sindhu.
Baca juga: Raymond/Nikolaus Tersingkir Dramatis di BAC 2026: Singgung Ketidakberuntungan
Beruntung, Karupathevan Letshanaa masih mampu menjaga napas Malaysia setelah menumbangkan Tanvi Sharma untuk melaju ke babak 16 besar.
Kejutan pahit justru datang dari sektor ganda putra yang sejatinya merupakan lumbung medali Malaysia.
Junaidi Arif/Yap Roy King tak berkutik di hadapan pasangan Taiwan, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen.
Tren negatif ini merembet ke Man Wei Chong/Tee Kai Wun yang ambyar di tangan wakil China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu.
Puncaknya, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pun harus mengepak koper lebih awal setelah ditumbangkan pasangan underdog Thailand, Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga. Praktis, hanya Aaron/Soh yang menjadi tumpuan tersisa di sektor ini.
Baca tanpa iklan