TRIBUNNEWS.COMĀ - Karakter seorang pemimpin terpancar jelas dalam diri Mediol Stiovanny Yoku saat mengawal Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di putaran Final Four Proliga 2026 seri Solo.
Bertanding di GOR Sritex Arena, Sabtu (11/4/2026), pemain yang akrab disapa Medi Yoku ini menjadi pemicu kebangkitan timnya saat menumbangkan Jakarta Popsivo Polwan.
Gresik Phonska Plus sukses mengunci kemenangan penting dengan skor 3-1 (23-25, 25-21, 25-23, 25-20).
Di balik angka-angka tersebut, tersaji drama perjuangan mental yang luar biasa, di mana Medi Yoku berperan sebagai jenderal lapangan yang menjaga kestabilan psikologis rekan-rekannya di tengah tekanan tinggi.
Motivasi berlipat yang ditunjukkan pemain bernomor punggung #5 tersebut bukan tanpa alasan.
Kekalahan menyakitkan dari Jakarta Pertamina Enduro pada Kamis (9/4/2026) lalu menjadi pemicu bagi Gresik Phonska untuk berbenah.
Medi mengakui bahwa hasil minor tersebut menjadi bahan evaluasi besar-besaran agar mereka tidak terlempar dari persaingan klasemen.
"Kekalahan kemarin jadi evaluasi besar buat kita. Jadi kita coba keluar dari tekanan, apalagi Popsivo juga bermain sangat bagus," buka Medi saat menghadiri sesi konferensi pers di GOR Sritex Arena, Solo.
Kesadaran akan ketangguhan lawan membuat Medi waspada sejak awal.
Terbukti, pada set pertama, Gresik sempat kecolongan dan harus merelakan keunggulan bagi Popsivo Polwan. Di sinilah ujian mental bermula bagi sang kapten.
Saling Rangkul di Poin Kritis
Sebagai seorang Opposite Hitter sekaligus kapten, Medi memikul beban ganda yakni untuk mendulang poin sekaligus menjaga moral tim agar tidak ambruk saat tertinggal.
Ia terlihat sangat sibuk menjalin komunikasi dengan para pemain lain, memastikan setiap kawan setimnya tetap dalam koridor strategi pelatih.
"Kita di sini mencoba untuk berusaha bangkit bersama, dengan harapan bisa keluar dari tekanan bersama. Puji Tuhan tim saling bantu, meskipun ada kesalahan kita sama-sama menguatkan untuk fokus lagi," paparnya.
Baca juga: Hasil Klasemen Final Four Proliga 2026 Putri: Gresik Phonska Ambil Alih Pos Puncak
Medi menyadari bahwa dalam tensi tinggi Final Four, kesalahan individu bisa berdampak pada performa tim.
Oleh karena itu, ia menerapkan pendekatan personal di lapangan. Ia tidak memarahi rekan yang melakukan eror, melainkan menarik mereka kembali ke dalam ritme permainan.
Baca tanpa iklan