TRIBUNNEWS.COMĀ - Selama bertahun-tahun, sektor tunggal putra sering kali dianggap sebagai titik lemah dalam struktur kekuatan bulu tangkis Korea Selatan.
Menjelang bergulirnya BWF Thomas Cup Finals 2026 di Horsens, Denmark, pada 24 April mendatang, sebuah optimisme baru mulai terasa.
Kepala Pelatih Tim Nasional Korea Selatan, Park Joo-bong, secara terbuka menunjuk satu nama yang akan jadi senjata rahasia tim Korea di Thomas Cup 2026 yakni Yoo Tae-bin.
Meski saat ini masih tertahan di peringkat 66 dunia, pemain berusia 23 tahun asal klub Gimcheon City Hall tersebut memikul beban sebagai kartu as baru Negeri Gingseng.
Dalam format Thomas Cup yang menggunakan sistem tiga tunggal dan dua ganda, keberadaan tunggal pertama jadi harga mati jika Korea Selatan ingin membawa pulang medali.
Yoo Tae-bin bukanlah pemain yang besar karena nama tenar sejak junior.
Ia baru mengenakan seragam tim nasional tahun lalu sebagaimana melansir Sports Donga yang dikutip Naver Sport.
Namun, dalam waktu singkat, ia menunjukkan grafik peningkatan yang membuat legenda sekelas Park Joo-bong terkesima.
Tidak hanya Park, jajaran pelatih yang diisi mantan raja tunggal putra dunia seperti Lee Hyun-il dan Son Wan-ho, juga memberikan penilaian positif.
Baca juga: Anomali Thomas Cup 2026: Indonesia Tetap Unggulan di Tengah Paceklik Gelar Individu
Para pelatih menilai Yoo, yang dikenal memiliki daya serang mematikan, telah berhasil menambal kelemahan utamanya.
Kecepatan dalam mengantisipasi bola-bola cepat (fast balls). Transformasi ini menjadikannya pemain yang lebih komplet dan sulit ditebak di lapangan.
Pahlawan di Qingdao
Kepercayaan Park Joo-bong kepada Yoo Tae-bin bukan tanpa landasan kua berkatĀ momentum pada Kejuaraan Beregu Asia di Qingdao, China, Februari lalu.
Kala itu, tim putra Korea Selatan datang dengan ekspektasi rendah. Absennya pilar utama ganda putra, Seo Seung-jae, akibat cedera bahu membuat kekuatan tim pincang.
Di tengah situasi buntu, Yoo Tae-bin muncul sebagai penyelamat.
Turun sebagai tunggal pertama, ia melampaui ekspektasi dengan memenangkan tiga dari empat pertandingan yang ia jalani sejak fase grup hingga semifinal.
Baca tanpa iklan