News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Thomas dan Uber Cup

Thomas Cup 2026: Mission Impossible Kanada Jegal India demi Lunasi Rasa Penasaran

Penulis: Niken Thalia
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COMĀ - Laga pembuka Grup A Thomas Cup 2026 yang mempertemukan India melawan Kanada pada Jumat (24/4/2026) diprediksi bukan sekadar pertandingan formalitas.

Pertemuan kedua delegasi dinilai akan jadi pertaruhan untuk memetakan siapa yang akan lolos dari fase grup gelaran Thomas Cup 2026.

Bagi Kanada, laga melawan India adalah segalanya.

Terjebak di grup neraka bersama China dan tim kuda hitam Australia, bentrokan kontra India dipandang sebagai final dini.

Siapa pun yang memenangkan duel ini, hampir dipastikan akan mengamankan tiket perempat final mendampingi juara bertahan, China.

Ujian Berat India

Menilik rekam jejak dan peringkat dunia, India jelas menyandang status unggulan utama.

Mereka memiliki mesin poin mematikan pada diri Lakshya Sen dan Ayush Shetty di sektor tunggal.

lihat foto ALL ENGLAND - Pebulu tangkis India, Lakshya Sen ketika bertanding dalam gelaran All England 2026 babak 32 besar di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, pada Rabu (4/3/2026). (Foto: BWF)

Sementara di sektor ganda, pasangan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty tetap menjadi momok.

Namun, celah mulai terlihat. Kondisi bahu Rankireddy yang sempat dibekap cedera sejak Swiss Open 2026 menjadi tanda tanya besar.

Ketidakhadiran ritme bertanding sang raksasa ganda putra ini bisa menjadi celah yang siap dieksploitasi delegasi Kanada.

Tuah Victor Lai dan Momentum Kanada

Berbeda dengan edisi sebelumnya, Kanada datang ke Horsens dengan kepercayaan diri penuh.

Sosok Victor Lai menjadi sorotan utama setelah tampil fenomenal sepanjang musim lalu.

Keberhasilannya menembus semifinal India Open dan All England, serta menyabet gelar juara Pan Am Championships, membuktikan bahwa ia siap meladeni tunggal putra elite.

Brian Yang, yang turun sebagai tunggal kedua, meskipun sedang berjuang menemukan konsistensi.

Ia sadar betul bahwa laga ini adalah momentum untuk memutus tren negatif pribadinya sekaligus mengangkat martabat timnya.

Baca juga: Romantisme Hendra Setiawan dan Herry IP Terulang di Thomas Cup 2026, Peran Sama tapi Berlawanan

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini