TRIBUNNEWS.COMĀ - Menuju laga pembukaan Thomas Cup 2026, ada hal yang terasa sedikit berbeda bagi andalan Malaysia, Lee Zii Jia, yang kini bukan jadi tumpuan utama Negeri Jiran.
Pemain yang biasanya menjadi magnet utama sekaligus tumpuan di partai pembuka ini mengaku merasakan sensasi aneh saat menatap turnamen beregu paling bergengsi tersebut.
Anomali ini bukan datang dari masalah kebugaran fisik, melainkan peran baru yang kemungkinan besar akan ia lakoni.
Jika selama bertahun-tahun publik terbiasa melihat Zii Jia bertarung di baris terdepan sebagai tunggal pertama, kali ini peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 tersebut bersiap turun sebagai tunggal ketiga.
Sebuah pergeseran taktik yang cukup radikal bagi skuad Negeri Jiran.
Bagi pemain peringkat 82 dunia ini, beradaptasi dengan peran penentu bukanlah perkara sepele.
Lee menyadari bahwa bermain di partai kelima, saat kedudukan imbang 2-2, membutuhkan kekuatan mental.
"Ini pertama kalinya saya akan bermain sebagai tunggal ketiga untuk tim Malaysia. Jadi, ini benar-benar situasi yang berbeda bagi saya."
"Sebelumnya, saya pernah bermain sebagai tunggal kedua saat debut di edisi 2018 di Bangkok," ujar Zii Jia melansir Bernama yang dikutip NST.
Baca juga: Thomas & Uber Cup 2026 Hari Pertama: China dan Indonesia Mode Santai, India vs Kanada Sengit
Pemain kelahiran Kedah ini menegaskan bahwa meski dirinya sudah mempersiapkan diri untuk peran tersebut, atmosfer pertandingan sesungguhnya tidak bisa disimulasikan.
"Saya sudah bersiap untuk peran tunggal ketiga, tetapi saat melangkah ke lapangan, tekanannya berbeda."
"Tak peduli seberapa besar persiapan Anda, pola pikir Anda akan berubah selama pertandingan. Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya," tambahnya.
Rapor Merah dan Realita Peringkat
Malaysia datang ke Horsens dengan tanda tanya besar di sektor tunggal putra. Selain Lee, mereka mengandalkan Leong Jun Hao (peringkat 25), Justin Hoh (peringkat 44), dan Aidil Sholeh Ali Sadikin (peringkat 51).
Secara matematis, posisi Malaysia tidaklah menguntungkan jika berkaca pada tabel peringkat BWF.
Zii Jia, yang kini berusia 28 tahun, memilih untuk tetap membumi dan enggan mengumbar janji manis.
Baca tanpa iklan