TRIBUNNEWS.COM - Dalam sejarahnya, baru Indonesia dan China yang mampu mengawinkan gelar juara Thomas dan Uber Cup.
Thomas dan Uber Cup merupakan kejuaraan badminton beregu bergengsi di dunia.
Penyelenggaraan Thomas dan Uber Cup awalnya digelar secara terpisah.
Thomas Cup yang mempertandingkan beregu putra pertama kali dihelat pada 1949.
Sedangkan Uber Cup yang memainkan beregu putri baru bergulir pada 1957.
Barulah pada 1984, penyelenggaraan Thomas dan Uber Cup digelar secara bersamaan hingga saat ini.
Baca juga: Klasemen Fase Grup Thomas dan Uber Cup 2026: China Jaga Marwah Juara Bertahan, Kanada Bikin Kejutan
China tampil dominan. Mereka tercatat delapan kali mengawinkan gelar juara Thomas dan Uber Cup, yakni edisi 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2012, dan 2024.
Di edisi sebelumnya, China mengawinkan gelar juara Thomas dan Uber Cup 2024 setelah kompak menundukkan Indonesia.
Di final Thomas Cup 2025, China menang atas Indonesia dengan skor 3-1.
Sedangkan di final Uber Cup 2025, China menundukkan Indonesia dengan skor 3-0.
Sementara itu, Indonesia tercatat dua kali mengawinkan gelar juara Thomas dan Uber Cup tepatnya pada edisi 1994 dan 1996.
Indonesia berpeluang mengulang memori indah Thomas dan Uber Cup edisi 1994 dan 1996.
Karena saat ini, tim badminton Indonesia tengah berjuang di Thomas dan Uber Cup 2026 yang diselenggarakan di Forum Horsens, Horsens, Denmark, pada 24 April sampai 3 Mei.
Indonesia di Thomas Cup 2026 tergabung ke dalam Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair.
Lalu perjuangan Indonesia di Uber Cup 2026 dimulai dari Grup C bersama Taiwan, Kanada, dan Australia.
Baca tanpa iklan