TRIBUNNEWS.COM - Euforia kegembiraan Prancis seusai finis sebagai runner-up kejuaraan badminton beregu putra Thomas Cup 2026 tampaknya belum usai.
Prancis finis sebagai runner-up Thomas Cup 2026 setelah kalah dari China dengan skor 1-3 dalam laga final yang bertempat di Forum Horsens, Denmark, Minggu (3/5/2026) beberapa waktu lalu.
Dengan finis sebagai runner-up, Prancis berhak membawa pulang medali perak Thomas Cup 2026.
Fakta menariknya, Prancis berhasil menorehkan sejarah baru di dunia bulu tangkis.
Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Prancis berhasil menembus semifinal.
Sebelum finis sebagai runner-up, pencapaian terbaik Prancis di Thomas Cup adalah perempat final yang mereka raih pada edisi 2014 dan 2018.
Setelah melewatkan Thomas Cup 2024, Prancis justru berhasil menggoreskan tinta sejarah di buku catatan mereka dengan meraih medali untuk pertama kalinya.
Baca juga: Thomas & Uber Cup Selesai, Asian Games 2026 Agenda Turnamen Badminton Beregu Selanjutnya
Berkaca dari hal pencapaian apik tersebut, maka tidak heran jika para pemain Prancis yang turut berkontribusi meraih medali perak Thomas Cup 2026 masih larut dalam perayaan.
Dalam pernyataan terbarunya sebagaimana dikutip dari Badminton Europe, Toma Junior Popov menilai jika medali perak yang ia dapatkan bahkan terasa seperti emas.
"Mungkin ini medali perak, tetapi bagi kami rasanya seperti emas," kata Toma Junior Popov.
Toma Junior Popov mengaku senang dengan pengalaman yang ia dapatkan.
Medali perak Thomas Cup 2026 membuatnya makin bersemangat untuk bisa memenangkan emas di lain waktu.
"Sungguh luar biasa bagi kami untuk berada di sini dan menjadi bagian dari penyelenggaraan acara besar seperti ini. Kami sangat senang dan bangga, dan kami akan menikmatinya. Mungkin bagus bahwa kami tidak menang kali ini, mungkin ini akan membuat kami lebih bersemangat untuk memenangkan medali emas di lain waktu," tambah Toma Junior Popov.
Baca juga: Daftar Juara Thomas Cup Sepanjang Masa: China Back to Back, Indonesia Masih yang Paling Digdaya
Kejutan Prancis
Perjalanan Prancis di Thomas Cup 2026 memang diwarnai sederet kejutan. Sederet tim-tim unggulan berhasil mereka kalahkan.
Kiprah Toma Junior Popov dkk diawali dari Grup D bersama Indonesia, Thailand, dan Aljazair.
Baca tanpa iklan