TRIBUNNEWS.COMÂ - Tangis Marc Marquez akhirnya pecah saat mengungkap rahasia kelam di balik performanya yang naik-turun musim 2026 ini.
Di balik senyumnya, Marquez ternyata tengah bertarung melawan rasa sakit luar biasa akibat masalah saraf yang membuatnya kehilangan kestabilan saat menunggangi motor.
Momen emosional ini terungkap tak lama setelah insiden horor highside yang dialami Marquez pada sesi Sprint Race di Le Mans, Sabtu pekan lalu.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan tulang kakinya patah dan ia dinyatakan tidak layak balapan atau unfit.
Marquez kemudian membuka tabir bahwa dirinya selama ini membalap dalam kondisi fisik yang tidak utuh.
Mengutip tayangan dalam kanal YouTube Inside Ducati, suasana haru menyelimuti garasi tim Borgo Panigale.
Dikelilingi oleh petinggi Ducati seperti Gigi Dall’Igna dan kepala kru Marco Rigamonti, Marquez tampak tertunduk sebelum akhirnya berani bersuara.
"Saya tidak mengatakan apa-apa," ujar Marc Marquez memulai pembicaraan, sebelum suaranya tercekat.
Dengan air mata yang mengalir, Marquez melanjutkan penjelasannya mengenai kondisi yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat.
Baca juga: Tak Ada Pengganti Marc Marquez di MotoGP Catalunya 2026, Rider Ducati Full Agenda
"Ada sebuah sekrup yang memberikan saya masalah saraf. Hilang dan timbul," ungkapnya lirih.
Marquez mengakui bahwa ia sudah merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya sejak lama.
"Ya, saya mengerti apa yang terjadi pada diri saya. Anda tidak bisa mengendarai motor dengan kondisi seperti ini. Hilang dan timbul kekuatannya."
"Saya tahu ini terjadi. Itulah mengapa operasi sebenarnya sudah dijadwalkan setelah GP Catalunya nanti. Saya membalap hanya dengan satu setengah lengan," katanya.
Luka dari Mandalika
Penyebab dari penderitaan Marquez ternyata berakar dari kecelakaan fatal di Indonesia pada musim 2025 lalu.
Kala itu, ia bersenggolan dengan Marco Bezzecchi di lap pembuka. Benturan tersebut rupanya merusak struktur medis yang ada di tubuhnya.
Baca tanpa iklan