Cedera ACL umumnya terjadi pada aktivitas olahraga yang banyak melibatkan gerakan cepat, seperti berlari, melompat, berhenti mendadak, atau mengubah arah secara tiba-tiba.
Karena itu, atlet sepak bola, basket, bulu tangkis, hingga olahraga lari dan senam termasuk kelompok yang paling sering mengalaminya.
Tingkat keparahan cedera ACL bisa berbeda-beda, mulai dari robekan ringan, sebagian, hingga putus total yang membuat lutut menjadi tidak stabil.
Masa pemulihan cedera ACL umumnya cukup panjang, bisa mencapai sekitar 6 hingga 9 bulan, tergantung tingkat cedera dan metode penanganan yang dilakukan.
Sebelum Toh Ee Wei, cedera ACL pernah dialami pebulu tangkis Indonesia seperti Daniel Marthin hingga Rehan Naufal Kusharjanto.
Daniel cedera ACL pada Mei 2025 dan baru bisa kembali bertanding Mei 2026.
Sedangkan Rehan mengalami cedera ACL pada Agustus 2025 dan baru bisa comeback Mei 2026.
Jadi kemungkinan, Toh Ee Wei tidak akan bisa kembali ke lapangan dengan waktu singkat.
(Tribunnews.com/Isnaini)
Baca tanpa iklan