Ringkasan Berita:
- Adnan Maulana/Indah Cahya Jamil gagal melaju ke perempat final Polytron Indonesia Open 2026
- Sempat mencuri kemenangan di gim kedua, perjuangan Adnan/Indah harus berakhir lewat drama rubber game
- Soal ketenangan dan banyaknya kesalahan di poin kritis menjadi penyebab utama kegagalan misi comeback mereka
TRIBUNNEWS.COM - Hasil babak 16 besar Polytron Indonesia Open 2026 menghadirkan drama pilu bagi publik Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Jamil, dipastikan terhenti setelah duel sengit dalam perebutan tiket babak perempat final.
Menghadapi ranking satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, Adnan/Indah sebenarnya mampu menunjukkan mentalitas yang luar biasa.
Sayangnya, setelah bertarung habis-habisan lewat drama rubber game selama 61 menit, utusan Merah Putih ini harus menelan pil pahit akibat rentetan kesalahan sendiri di poin-poin krusial dan berakhir dengan skor 21-14, 17-21, 21-18.
Kekalahan ini sekaligus memupus harapan untuk mengulang capaian impresif edisi 2025 lalu, saat mereka berhasil menembus babak delapan besar.
Jalannya Laga
Sengit Sejak Gim Pertama
Sejak gim pertama bergulir, Adnan/Indah langsung memperlihatkan kualitas kelas dunia.
Mereka sama sekali tidak gentar menghadapi status mentereng Feng/Huang. Jual beli serangan langsung tersaji di atas lapangan.
Adnan/Indah tampil solid dengan melancarkan variasi serangan bola atas, smes-smes keras terarah, serta pertahanan (defense) yang rapat untuk meredam agresivitas lawan.
Namun, penyakit lama ganda campuran Indonesia kembali kambuh.
Baca juga: Live Hasil 16 Besar Polytron Indonesia Open 2026: 11 Wakil Tuan Rumah Main, Jojo vs Alwi
Sikap kurang tenang saat memasuki poin kritis membuat mereka kehilangan momentum.
Alhasil, Feng/Huang berhasil mengamankan gim pertama dengan skor 21-14.
Bangkit dan Menggila di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Adnan/Indah langsung tancap gas demi menjaga napas.
Di bawah tekanan hebat sejak awal gim, mentalitas pantang menyerah ditunjukkan oleh pasangan Indonesia ini.
Mereka tidak membiarkan lawan menjauh dan terus menempel ketat perolehan angka dalam aksi saling kejar poin yang menegangkan.
Konsistensi dalam menjaga jarak poin, yang dipadukan dengan transisi bertahan ke menyerang yang ciamik, akhirnya membuahkan hasil manis.
Sempat tertinggal 16-13, Adnan/Indah mengamuk. Mereka sukses memanfaatkan celah di lini pertahanan Feng/Huang untuk memberondong tujuh poin beruntun.
Akhirnya mereka menutup gim kedua dengan kemenangan 17-21. Laga pun terpaksa berlanjut ke gim penentu.
Antiklimaks di Gim Penentu
Pada gim ketiga, situasi sempat berbalik menjadi mimpi buruk bagi Adnan/Indah.
Mereka kehilangan fokus di awal laga dan terlalu banyak membuang peluang emas.
Akibat kegagapan tersebut, Adnan/Indah tertinggal sangat jauh dengan skor mencolok 12-3.
Pada titik ini, peluang untuk melakukan comeback dinilai hampir mustahil.
Namun, Adnan/Indah menolak menyerah. Memanfaatkan penurunan performa Feng/Huang yang mulai melempem, ganda Indonesia ini perlahan tapi pasti mengikis margin skor.
Aksi heroik mereka sangat mengesankan ketika mampu memangkas ketertinggalan raksasa tersebut hingga menempel ketat di angka 18-17.
Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada tuan rumah.
Saat momentum kebangkitan sudah di depan mata, masalah ketenangan kembali menjadi batu sandungan.
Terburu-buru dalam mengesekusi peluang akhir justru membuyarkan misi comeback yang sudah dirancang.
Adnan/Indah akhirnya harus menyudahi perlawanan dengan skor 21-18 di gim ketiga.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan