News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Fakta 8 Besar Polytron Indonesia Open 2026: Waktunya Jonatan Christie Bersinar di Istora

Penulis: Niken Thalia
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

POLYTRON INDONESIA OPEN - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie saat melawan pebulu tangkis Indonesia Alwi Farhan dari Indonesia pada babak 16 besar Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Fakta 8 besar Polytron Indonesia Open 2026. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COMĀ - Memasuki babak perempat final Polytron Indonesia Open 2026 menyisakan fakta mengejutan, Jumat (5/6/2026).

Sektor tunggal putra dipastikan mengalami goncangan hebat setelah deretan jawara turnamen super 1000 ini berguguran sebelum.

Celah besar kini terbuka lebar untuk melahirkan sang jawara baru.

Jonatan Christie jadi harapan satu-satunya Indonesia untuk bisa membuktikan kelasnya di Istora, Senayan, Jakarta.

Gugurnya Para Penguasa Istora

Menengok ke belakang, dominasi sektor tunggal putra di turnamen berlevel Super 1000 ini biasanya dikuasai oleh nama-nama itu saja.

Edisi 2026 menyajikan cerita yang berbeda. Proses "pembersihan" para raksasa ini sejatinya sudah dimulai sejak babak awal.

lihat foto INDONESIA OPEN 2025 - Pebulu tangkis tunggal putra Denmark Anders Antonsen mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis tunggal putra China Taipei Chou Tien Chen pada babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Antonsen berhasil menjuarai Indonesia Open 2025 usai menang dengan skor 22-20 dan 21-14. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Langkah sang juara bertahan, Anders Antonsen asal Denmark, langsung terhenti secara mengejutkan di babak 32 besar.

Tunggal putra nomor satu dunia asal China, Shi Yu Qi, terjungkal di babak 16 besar.

Ditambah dengan keputusan pensiunnya sang pemilik hattrick juara, Viktor Axelsen, praktis peta persaingan kini menjadi sangat cair.

Saat ini, satu-satunya mantan juara yang masih menginjakkan kaki di babak perempat final hanyalah veteran asal Taiwan, Chou Tien Chen,

Ya, Chou pernah mengangkat trofi di Istora pada edisi 2019 silam.

Skenarionya, jika Chou Tien Chen tumbang di babak 8 besar ini, maka dipastikan lahirnya raja baru di sektor tunggal putra.

Baca juga: Blak-blakan Alwi Farhan Usai Dikalahkan Jonatan Christie: Saya Nafsu Banget, Defense-nya Rapat

Tumbangnya Dinasti Tembok Raksasa China

Salah satu sorotan paling Menarik dalam turnamen kali ini adalah rontoknya dominasi delegasi China.

Pasukan Negeri Tirai Bambu yang biasanya mendominasi podium tertinggi, kini harus menerima kenyataan pahit.

Pasukan tunggal putra mereka luluh lantak tanpa sisa bahkan sebelum babak perempat final dimulai.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini