TRIBUNNEWS.COMĀ - Babak final Australia Open 2026 yang berlangsung di Quaycentre, Sydney, Minggu (14/6/2026), bakal menjadi ujian mental yang sangat berat bagi tim bulu tangkis Indonesia.
Tiga wakil Indonesia yang tersisa harus berjuang habis-habisan demi membawa pulang gelar juara dari turnamen BWF World Tour Super 500 ini.
Ketiga utusan Indonesia tersebut tersebar di tiga sektor berbeda. Ada Alwi Farhan yang menjadi tumpuan di sektor tunggal putra, duet tangguh Sabar Karyaman/Reza Pahlevi di nomor ganda putra, serta pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias yang menjadi harapan di sektor ganda putri.
Menariknya, ketiga wakil tersebut kompak menghadapi lawan tangguh yang dikirim oleh Negeri Tirai Bambu.
Perjuangan Indonesia akan diawali oleh tunggal putra masa depan kita, Alwi Farhan.
Mantan juara dunia junior 2023 ini dijadwalkan bersua dengan Dong Tian Yao. Di atas kertas, Dong memang tidak menyandang status sebagai pemain unggulan.
Peringkat dunianya pun masih tercecer di luar posisi 50 besar. Namun, Alwi sama sekali tidak boleh memandang lawan sebelah mata.
Sepanjang turnamen ini, Dong telah menjelma menjadi penghancur raksasa. Deretan pemain elite dunia sukses ia tumbangkan, termasuk senior Alwi di pelatnas, Anthony Ginting.
Tidak hanya itu, pemain veteran Chou Tien Chen (Taiwan), Ng Ka Long Angus (Hong Kong), hingga talenta muda Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, juga dipaksa bertekuk lutut oleh performa impresif Dong.
Baca juga: Indonesia Jaga Asa Takhta Juara Umum di Australia Open 2026
Laga ini diprediksi berjalan sangat ketat karena menjadi pertemuan perdana bagi kedua pemain. Kendati Dong sedang dalam tren positif, Alwi sejatinya memiliki modal yang sangat apik.
Dari segi peringkat dunia dan kematangan bermain di turnamen besar, Alwi jauh lebih diunggulkan. Duel ini bukan sekadar berebut trofi, melainkan pembuktian siapa yang paling siap mental di panggung tertinggi.
Sabar/Reza Incar Gelar Perdana 2026
Beralih ke sektor ganda putra, atmosfer emosional menyelimuti langkah Sabar Karyaman/Reza Pahlevi.
Bagi ganda profesional yang dimentori oleh legenda hidup Hendra Setiawan ini, final Australia Open 2026 merupakan partai puncak pertama mereka di sepanjang kalender kompetisi tahun ini.
Sabar/Reza tercatat terakhir kali mencicipi atmosfer laga final pada akhir tahun 2025 lalu di ajang Hylo Open.
Jika menarik garis waktu lebih ke belakang, mereka sudah cukup lama berpuasa gelar juara.
Baca tanpa iklan