News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Rexy Mainaky Tuntut Emas Olimpiade LA 2028, Ganda Putra Malaysia Dirombak Total

Penulis: Niken Thalia
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CHIA/SOH - Ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik saat melawan ganda Taiwan, Lu Ching Yao/Yang Po Han pada Indonesia Open di Istora Senayan Jakarta, Kamis (6/4/2024). - Aaron Chia/Soh Wooi Yik menjadi korban perombakan ganda putra Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM). Sang Direktur Kepelatihan Ganda, Rexy meminta anak-anak asuhnya melihat rotasi ini sebagai momentum emas untuk membuktikan kelayakan mereka menuju Olimpiade Los Angeles 2028. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COMĀ - Direktur Kepelatihan Ganda Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Rexy Mainaky, resmi menabuh genderang perang bagi skuad ganda putra nasional.

Legenda bulu tangkis Indonesia ini mendesak para pemainnya untuk merangkul ketidakpastian akibat perombakan besar-besaran yang baru saja terjadi.

Alih-alih meratap, Rexy meminta anak-anak asuhnya melihat rotasi ini sebagai momentum emas untuk membuktikan kelayakan mereka menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Langkah berani BAM memecah kombinasi pasangan mapan memang memicu perdebatan panas di kalangan pencinta bulu tangkis.

Namun, Rexy memiliki visi yang jauh lebih besar. Baginya, strategis ini adalah kunci untuk membuka potensidan mentalitas juara yang selama ini dinilai kurang menggigit.

Targetnya tidak main-main karena ingin membawa pulang medali emas Olimpiade pertama yang selama ini selalu luput dari genggaman Malaysia.

lihat foto MAN/TEE MALAYSIA - Ganda putra Malatsia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee dalam babak semifinal Malaysia Masters 2025 di Axiata Arena, pada 24 Mei 2025. (Foto: BAM)

Daripada terjebak dalam polemik pemisahan pasangan, Rexy menuntut para pemain mengalihkan fokus 100 persen untuk memaksimalkan setiap peluang baru yang ada di depan mata.

"Ini bukan lagi soal zona nyaman," tegas Rexy mengutip NST.

"Ketika kemitraan berubah, semua orang memulai kembali dari titik nol. Para pemain harus melihat ini sebagai peluang baru dan membuktikan kemampuan diri mereka sendiri."

Mengambil Risiko demi Memutus Tren Buruk

Rexy menyoroti performa beberapa pasangan utama yang belakangan ini justru jalan di tempat dan menunjukkan penurunan grafik permainan yang mengkhawatirkan.

Tengok saja ganda putra nomor satu Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik. Pasangan yang kini menduduki peringkat tiga dunia tersebut menelan pil pahit dalam beberapa turnamen terakhir.

Baca juga: Sentuhan Magis Herry IP di BAM Pemicu Perombakan Ganda Putra Malaysia demi Olimpiade 2028

Kombinasi ganda putra Malaysia lainnya juga tampak kesulitan meruntuhkan tembok dominasi dunia dan gagal menembus level permainan yang diharapkan.

Melihat situasi tersebut, Rexy menegaskan bahwa tim kepelatihan tidak boleh duduk diam memangku tangan.

Mereka tidak bisa menunggu hingga masa kualifikasi Olimpiade yang baru akan dimulai pada Mei tahun depan untuk sekadar mencari alternatif.

"Kami memiliki banyak turnamen sebelum perebutan tiket Olimpiade dimulai. Inilah saatnya untuk melihat kombinasi mana yang bisa berjalan dengan baik dan potensi apa yang kami miliki," cetusnya.

Eksperimen: Kolaborasi Senior-Junior

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini