TRIBUNNEWS.COM - Tunggal putra terbaik Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dikabarkan mulai pulih dari cedera punggung bawah yang mengganggunya dalam beberapa pekan terakhir.
Setelah menjalani pemeriksaan MRI dan mendapat saran untuk beristirahat selama satu hingga dua pekan, juara dunia 2023 tersebut kini fokus menjalani pemulihan bersama tim fisioterapinya.
Japan Open 2026 turnamen berlabel super 750 dan China Open 2026 level super 1000 menjadi target comeback bagi pemain yang sempat menduduki peringkat kedua dunia tersebut.
Sebelumnya, Kunlavut mengalami masalah pada punggung bawah yang membuatnya gagal menuntaskan pertandingan babak 16 besar Singapore Open 2026 melawan Lakshya Sen dari India.
Cedera tersebut ternyata masih terus mengganggunya. Meski namanya tetap tercantum dalam daftar peserta Indonesia Open 2026, kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk tampil maksimal.
Saat menghadapi wakil Prancis, Toma Junior Popov, pada babak pertama Indonesia Open 2026, Kunlavut hanya mampu bermain hingga kedudukan 1-5 sebelum memutuskan mundur dari pertandingan.
Menurut laporan Bangkok Post, masalah punggung yang dialaminya sejak Singapore Open memang masih berlanjut hingga Indonesia Open.
Cedera Datang Saat Berstatus Juara Bertahan Singapore Open
Cedera tersebut menjadi pukulan bagi Kunlavut yang sebenarnya datang ke Singapore Open 2026 dengan modal yang cukup meyakinkan.
Pemain berusia 25 tahun itu sebelumnya berhasil merebut gelar Malaysia Open 2026 setelah mengalahkan Shi Yuqi pada partai final. Gelar tersebut menjadi titel BWF Super 1000 pertama dalam kariernya.
Baca juga: Sorotan Mundurnya Kunlavut dan Satwik/Chirag di Polytron Indonesia Open 2026, Setor Muka Lalu Cabut
Selain itu, Kunlavut juga berstatus sebagai juara bertahan Singapore Open. Tahun lalu, ia sukses keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan Lu Guang Zu pada laga final.
Langkahnya di Singapore Open tahun ini pun sempat berjalan mulus. Pada babak pertama, ia mampu mengatasi wakil Belgia, Julien Carraggi, dalam dua gim langsung.
Namun, perjalanan yang awalnya terlihat menjanjikan itu harus terhenti akibat rasa sakit di bagian punggung bawah.
Fokus Pulihkan Cedera dan Bersiap Comeback
Menurut laporan Ace Badminton Community, cedera yang dialami Kunlavut menimbulkan rasa sakit ketika dirinya membungkuk dan memutar badan, dua gerakan yang sangat penting dalam permainan bulu tangkis.
Setelah kembali ke Thailand, ia menjalani pemeriksaan MRI untuk mengetahui kondisi cederanya lebih lanjut. Dokter kemudian menyarankan agar dirinya beristirahat selama satu hingga dua pekan.
Sementara itu, tim fisioterapi kini fokus memperkuat otot inti atau core muscles untuk membantu proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko cedera serupa terulang di masa depan.
Cedera tersebut memang sempat mengganggu laju impresif Kunlavut sepanjang musim 2026. Namun, kabar baiknya, kondisi tunggal putra nomor tiga dunia itu mulai menunjukkan perkembangan positif.
Kini, fokus Kunlavut hanya satu, yakni memulihkan kondisi sepenuhnya sebelum kembali bersaing di Japan Open 2026 dan China Open 2026.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan