"Saya pernah ikut main ketika Persebaya kalah 1-4 lawan AC Milan tahun 1995. Waktu itu stamina pemain Milan drop, karena pertandingan dilakukan siang hari. Jadi, pertandingan lawan QPR ini akan lebih sulit," ujar Ibnu, yang dulu menjadi satu-satunya pencetak gol Persebaya ke gawang AC Milan. (Aji Bramastra)
Berita Lain dari BBC
Baca tanpa iklan