Gelandang Bayern Muenchen, Thomas Muller menegaskan, seharusnya Messi tak berpredikat terbaik lagi tahun ini. Pasalnya, konsistensi dan kontribusi terhadap tim, tidak lagi semenonnjol beberapa tahun lalu.
"Faktor ini yang seharusnya menjadi titik lemah Messi. Ribery dan Ronaldo unggul segalanya dalam hal kontribusi, bukan cuma aksi. Di mataku, justru Ribery yang punya peluang besar, meski Ronaldo juga punya kesempatan tak kalah luas," sebut Muller.
Lalu siapa yang layak menjadi yang terbaik, dua nama mengerucut, yakni Ronaldo dan Ribery. Pelatih Paris Saint Germain, Laurent Blanc, di Football France mengungkapkan, dirinya lebih yakin kalau Ronaldo akan menjadi yang terbaik. Dari unsur apapun, Ronaldo punya segalanya. Tidak hanya di dalam lapangan, kemampuan Ronaldo juga sudah terbukti sampai di luar arena.
"Ronaldo punya kharisma, dan itu tak dimiliki Ribery. Nama terakhir memang berasal dari negaraku, tapi setidaknya dari sisi fair, Ronaldo lebih baik. Tapi tetap saja, di sisi hati kecil, Ribery akan menjadi juara," tuturnya.
Sementara para kandidat justru terlihat santai dengan keriuhan yang terjadi di luar mereka. Sebut saja Franck Ribery. Gelandang Bayern Muenchen ini mengakui, justru sang istrilah yang sangat getol menunggu pengumuman itu, sementara dirinya hanya senyam-senyum saja ketika sang istri mencoba untuk menarik perhatian.
"Setiap kali berkumpul di ruang tamu, istriku selalu menyiapkan satu tempat khusus, yang akan diisi satu trofi kemenangan sebagai peraih Ballon d'Or. Saya mencoba untuk tak berpikir tentang itu, tapi istriku memang sangat bersemangat," ungkap Ribery.
Dukungan terhadap Ribery sebenarnya sangat besar., termasuk dari Josep Guardiola. Pelatih FC Hollywood ini sampai menyebutkan, tak pernah dalam sejarah karernya, menemui tipikal pemain seperti karakter Ribery. "Caranya untuk terus bersemangat, bertarung dan berlari sangat luar biasa. Sungguh, sebuah kehormatan bagiku untuk melatih Ribery," sebut eks entrenador Barcelona ini.
Begitu juga dengan mantan pelatih Die Roten, Jupp Heynckes. "Kalau ada pemain seperti Ribery di tim Anda, apapun strategi yang akan diterapkan, sudah pasti bakal berkembang dinamis di lapangan. Dia punya jiwa kreasi yang luar biasa, dan mampu bergerak dari posisi manapun, serta mau menjemput bola untuk secepat kilat sudah berada di area depan gawang lawan," sebut Heynckes, di Kicker.de.
Sementara dukungan Ronaldo datang dari Pelatih Timnas Portugal, Paulo Bento, gelandang Real Madrid, Asie Illarramendi dan legenda Brasil, Ronaldo Luiz Nazario da Lima. Nama terakhir mengungkapkan, kelayakan Ronaldo terletak pada atraksi, ketajaman, spirit bagi tim, kreasi, kecepatan, akurasi tembakan dan daya magis di luar lapangan.
"Dia seorang yang komplet, dan itu sudah ditunjukkannya pada 2013. Dia layak mendapatkan Ballon d'Or, dan memang ini sudah menjadi momentumnya," tutur si Gigi Kelinci, panggilan Ronaldo senior.
Baca tanpa iklan