News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Puyol Kejar Gelar Sebelum Pensiun

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemain veteran Barcelona di posisi bertahan, Carles Puyol.

TRIBUNNEWS.COM - Barcelona hadir di partai final Copa del Rey kontra Real Madrid, Kamis (17/4) dini hari, dengan terluka.

Di Estadio Mestalla, sisi mentalitas dan teknis armada Gerardo 'Tata' Martino dihinggapi krisis. Dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Granada, jelas bukan modal bagus untuk menghadapi Los Blancos.

Sementara di sisi teknis, kehilangan dua bek tengah sekaligus, Gerard Pique dan Marc Bartra, juga dipastikan menjadi sisi kelemahan yang menganga lebar. Saking dalam kondisi terjepit, Pelatih Tata Martino bakal memaksakan kehadiran Carles Puyol di depan kiper Jose Pinto.

Padahal, Puyol baru saja sembuh, dan dipastikan tidak fit seratus persen di markas Valencia. Satu lagi, sang ikon mereka, Lionel Messi, dikabarkan juga tak bugar karena didera cedera tumit.

Namun bukan berarti Barcelona akan menyerah atau mudah ditembus begitu saja. Justru, dengan kondisi serba terbatas ini, pasukan Catalunya tak ingin kehilangan muka. Energi dan spirit yang akan keluar, tetap patut diwaspadai.

Hal itu terucap dari mulut Carles Puyol, kemarin. Seperti dirilis Sport.es, legenda hidup Los Azulgrana ini menegaskan, ia tak ingin melewatkan partai bersejarah ini, yang mungkin saja akan berstatus kali terakhir baginya musim ini.

"Ini akan sangat emosional, memang kami sedang merasakan krisis luar biasa, terutama di lini belakang. Tapi buatku, justru momen inilah yang membuat kami akan lebih bersatu. Saya ingin memberi gelar juara ini, sebuah kado yang mungkin terakhir kali sebelum saya pensiun dari Barcelona musim depan," ungkap Puyol. Bek berusia 36 tahun ini sendiri sudah merasakan trofi juara Copa del Rey sebanyak dua kali, yakni musim 2008/2009 dan 2011/2012, serta sekali jadi runner up (2010/2011).

Kehadiran Puyol di lini belakang setidaknya bisa memberi rasa ketenangan lebih bagi permainan Barcelona. Maklum, partai bertajuk El Clasico ketiga musim ini, berada di momen bergengsi.

Karena, dalam 90 menit, plus 30 menit atau adu penalti, menjadi kunci apakah Real Madrid bisa menuai treble atau Barcelona bisa merengkuh gelar ganda.

Ajang Copa del Rey telah menelurkan enam laga El Clasico di partai puncak dalam 112 tahun sejarahnya dan sampai sejauh ini kedua tim imbang.

Pertemuan terakhir di final terjadi musim 2011 di Mestalla. Blaugrana, julukan Barcelona, telah meraih 26 kali gelar juara di Piala Raja, terjemahan Copa del Rey. kemenangan terakhir kali pada 2012. Sementara, Madrid, yang menderita kekalahan dari Atletico Madrid pada laga final musim lalu, telah mengoleksi 18 trofi.

Dalam dua pertemuan sebelumnya, raksasa Catalan selalu meraih kemenangan. Barca meraih kemenangan 2-1 atas Los Blancos di Camp Nou pada akhir Oktober. Kemudian, membungkan publik Santiago Bernabeu saat menang 4-3, bulan lalu.

Sayang, setelah meraih kemenangan tersebut, Barcelona mengalami penurunan permainan. Mereka gagal melaju ke semifinal Liga Champions setelah disingkirkan Atletico Madrid. Hasil ini diperparah dengan takluk 0-1 atas Granada di kompetisi Primera Division pada akhir pekan.

Namun, pelatih kepala Gerardo Martino telah menghadapi kritik besar musim ini untuk perubahan gaya bermain, sementara Lionel Messi juga menuai kritik karena kurangnya upaya dalam beberapa pertandingan terakhir.

"Setelah dua kekalahan, para pemain merasa sesuatu yang penting telah hilang. Namun, pertandingan pada hari Rabu adalah final dan kami harus memenanginya," ujar Tata Martino.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini