Deodatus Pradipto/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM – Sepakbola ternyata olahraga yang kejam. Pesepakbola-pesepakbola muda yang memiliki potensi besar sering tenggelam di dalam klub mereka.
Namun demikian, ketika mereka hijrah ke klub lain, mereka justru sukses menunjukkan sinar mereka dan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia.
Siapa saja mereka? Berikut ini pemain-pemain yang sempat tenggelam di klub, namun sukses setelah hijrah ke klub lain.
Samuel Etoo
Real Madrid adalah klub pertama pemain asal Kamerun tersebut ketika tiba di Eropa. Bergabung dengan tim akademi Madrid, Eto’o justru kerap dipinjamkan ke klub lain sejak mentas ke tim senior. Eto’o bahkan hanya sekali tampil bersama Real Madrid pada musim 1998/99.
Madrid kemudian meminjamkan Eto’o ke RCD Mallorca pada 1999. Eto’o kemudian memutuskan bergabung secara permanen dengan Mallorca ketika masa peminjamannya berakhir. Eto’o mulai berkembang di Mallorca dan memancing ketertarikan Barcelona, rival abadi Real Madrid.
Di Barcelona, Eto’o menjadi pemain penting di lini depan bersama Ronaldinho, Thierry Henry, dan Lionel Messi. Selama enam musim, Eto’o mempersembahkan delapan gelar untuk Barcelona. Eto’o juga tetap meraih kesuksesan ketika hijrah ke Internazionale.
Gerard Pique
Pique bergabung dengan Manchester United ketika berusia 17 tahun. Ketika itu Pique tidak mendapatkan kontrak profesional dari Barcelona.
Jebolan La Masia itu datang pada waktu yang tidak tepat. Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic merupakan andalan di jantung pertahanan Manchester United kala itu. Sir Alex Ferguson bahkan cenderung mengandalkan John O’Shea atau Jonny Evans sebagai pelapis Ferdinand dan Vidic. Sir Alex bahkan sempat meminjamkan Pique ke Real Zaragoza.
Selama tiga musim, Pique hanya tampil sebanyak 12 kali untuk The Red Devils, namun tetap membuat Barcelona tertarik. Barcelona merekrut kembali Pique dengan nilai transfer hanya 5 juta Pound Sterling pada 2009.
Sejak kembali, Pique langsung menjadi andalan di lini pertahanan Barcelona. Pique sukses mendulang reputasi sebagai salah satu bek terbaik di dunia. Buktinya, Pique tiga kali masuk dalam Team of the Year versi FIFPro.