News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rizal Hafid: Pra PON Dijadwalkan Kembali Digelar Akhir November

Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Dewi Pratiwi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI DKI Jakarta, Rizal Hafid saat memberikan keterangan dalam jumpa pers di Kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2015). Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DKI bersikeras menolak keputusan PSSI Pusat yang tetap menunjuk Jawa Tengah sebagai tuan rumah kualifikasi Pra PON zona Jawa. Otoritas sepak bola Tanah Air itu dituding tidak transparan dalam mengambil kebijakan. Super Ball/Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Tersiar kabar bahwa Pertandingan cabang olahraga sepak bola babak kualifikasi PON XIX Zona Jawa di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah yang dibatalkan pada awal Oktober 2015, karena izin pertandingan dicabut oleh pihak kepolisian akan kembali digelar pada akhir November 2015.

"Informasi yang kami dapat Pra PON akan kembali digelar paling lambat 30 November 2015. Tetapi sampai hari ini belum ada penjelasan secara resmi soal penyelenggaraannya," kata anggota Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI DKI Jakarta, Rizal Hafid kepada Harian Super Ball.

Rizal berujar akibat pembatalan itu, PSSI sudah angkat tangan dan rencana penyelenggaraan babak fase grup Pra PON itu akan digelar oleh PB PON.

"PSSI sudah tidak memegang lagi dan infonya diambil alih oleh PB PON. Tetapi sampai sekarang kami belum diundang untuk membicarakan soal waktu dan tempat pelaksanaannya," ujar Rizal.

Rizal yang juga menjadi Ketua Umum Persitara Jakarta Utara itu berharap agar PB PON bisa segera memberikan konfirmasi kepada seluruh peserta Pra PON, khususnya tim yang tergabung dalam Zona Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Yoyakarta.

"Akibat pembatalan kemarin, kami merugi sampai Rp 200 jutaan. Kabar Tim Transisi akan mengganti semua kerugian itu belum terealisasi sampai sekarang. Oleh karena itu harapannya pertandingan bisa digelar secepatnya. Karena kami sudah melakukan persiapan selama satu tahun. Bahkan sampai sekarang seluruh pemain tetap berlatih," tutur Rizal.

Rizal meminta kepada pemerintah dan pihak kepolisian mengeluarkan izin bertanding, karena sudah tidak ada keterlibatan PSSI di pertandingan nanti. Apalagi PON merupakan hajat olahraga tingkat nasional.

"Tanpa ada sepak bola di PON tentu akan berpengaruh pada antusias masyarakat, karena sepak bola merupakan olahraga yang paling banyak diminati. Lagipula PON sudah menjadi agenda nasional. Jangan sampai gagal lagi seperti kemarin," ucap Rizal.

Rizal menambahkan, jika memang Pra PON digelar, PB PON jangan lagi menggunakan stadion yang sama seperti di saat gagal sebelumnya.

"DKI Jakarta siap kok kalau memang tidak ada tempat yang sesuai. Gelora Bung Karno (GBK) adalah tempat yang paling ideal untuk menggelar Pra PON. Jawa Barat juga siap menjadi tempat bertanding," tambah Rizal.

Bahkan Rizal menyarankan, jika memang menyulitkan dan memakan waktu, tidak masalah jika Pra PON ditiadakan.

"Seluruh peserta langsung saja ikut di penyisihan PON. Ini jadi cara efektif dan efisien di saat konflik sepak bola kita. Sehingga tidak memakan biaya dan waktu yang panjang. Itu ide saya dan akan bagus jika bisa dilakukan ," saran Rizal.

Rizal menjelaskan seluruh tim peserta termasuk DKI Jakarta sudah sangat siap untuk menjalani Pra PON.

"Semua tim sudah siap bertanding dan terus melakukan persiapan dengan latihan rutin. Kalau sampai gagal lagi, motivasi pemain akan berantakan. Harapannya jangan sampai seperti itu. Ini menyangkut masa depan sepak bola kita," jelas Rizal.

Tim DKI Jakarta sudah dilengkapi dengan 25 pemain. Dengan dipimpin pelatih Sudirman, anak-anak ibukota melakukan rutin dua sampai tiga kali sehari.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini