News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Unik Olahraga

Transfer-transfer Besar Dunia Ternyata Dikontrol dari Desa Kecil di Italia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wyscout

"Kami membeli kamera, PC yang dilengkapi Windows Movie Maker, dan mulai merekam beberapa pertandingan lokal. Saya masih ingat, kami tak punya uang untuk membeli DVD atau kaset," kata Campodonico.

Banyak kesulitan dialami Campodonico. Dia adalah lulusan Fakultas Ekonomi University of Genoa. Jangan heran apabila dia tak memiliki koneksi ke dunia sepak bola.

Campodonico tak menyerah. Dia terus mengembangkan perusahaan dengan dua prinsip, yaitu kualitas layanan dan inovasi.

Demi mengaplikasikan prinsip sang pemilik, Campodonico merekrut sejumlah eks pelatih dan pemain untuk menjadi analis.

"Kami berinteraksi dengan klub-klub papan atas dunia. Jadi, kami harus menjaga kualitas kerja," tuturnya.

Meski sudah mapan, Campodonico tak berhenti mencari ide baru. Kini, dia tengah merancang paket indeks performa. Klien jadi bisa membandingkan lebih dari satu pemain buruan.

"Anda bisa mengomparasikan pemain AS Monaco dengan Boca Juniors dengan rasio serupa. Klub bisa melakukannya terhadap pemain di seluruh dunia setiap pekan," ucap Campodonico.

Berkat prinsip itu, Wyscout membentuk kredibilitas. Delapan tahun setelah didirikan, mereka mampu menjaring sekitar 32.000 klien.

Campodonico boleh merasa bangga melihat hasil kerja kerasnya. "Hari ini, kami adalah komunitas sepak bola terbesar setelah FIFA," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini