News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Soccer Star

'Apotheosis' Cristiano Ronaldo, dan Tangisan Dunia saat Dia Pensiun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Cristiano Ronaldo saat masih membela Manchester United

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Gunadha

TRIBUNNEWS.COM, PORTUGAL - Jagat sepak bola pada abad ini, bisa dikatakan, adalah babad tentang dua megabintang di benua biru, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Messi, dinilai sebagai anugerah terindah yang pernah dimiliki dunia sepak bola era modern. Ia kerap dinilai sebagai bakat pemberian yang Ilahi.

Sementara Ronaldo, dinilai sebagai sosok yang mengandalkan keteguhan hati untuk melatih banyak hal sehingga bisa mencapai level apotheosis, atau menyamai bakat pemberian Ilahiah.

Penilaian seperti itu—mau tidak mau, suka atau tidak—telah menempatkan Ronaldo pada sisi lain, bahkan berada di balik bayang-bayang "Sang Messiah".

Namun, bagi Jose Semedo, rekan seangkatan CR7 saat menimba ilmu di akademi Sporting Lisbon, Ronaldo tetaplah sosok yang menggemparkan jagat persepakbolaan.

"Ronaldo sudah mencatatkan sejarah luar biasa di dunia sepak bola. Dia sudah setara Messi yang merupakan bakat pemberian Tuhan," kata Semedo kepada FIFA.

Menurutnya, Ronaldo justru persona yang lebih komplet.

Sebab, pemain Real Madrid tersebut menunjukkan kepada setiap insan sepak bola bahwa tidak ada satu pun kemustahilan jika terus berlatih.

"Tidak ada satu pun pihak yang bisa meragukan ketekunannya melatih diri sehingga bisa menjadi seperti ini. Saat ia bermain, seluruh dunia harus berhenti dan terpukau. Saya yakin, saat dia pensiun, dunia akan menangis," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini