TRIBUNNEWS.COM - Kekalahan Arsenal di final Liga Champions 2025/2026 atas Paris Saint-Germain (PSG) seperti kekalahan Chelsea atas Man United pada tahun 2008 silam.
Laga Chelsea vs Man United yang berlangsung di Luzhniki Stadium, Moskow itu berakhir imbang dengan skor 1-1 sehingga harus melalui perpanjangan waktu dan adu penalti.
Apes bagi Chelsea, penendang kelima mereka, sang legenda John Terry gagal menjalankan tugasnya.
John Terry terpeleset saat hujan deras mengguyur venue final tersebut. Bola tendangannya melebar dari gawang Van der Sar.
Jika penalti Terry sukses, Chelsea menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya.
Sementara yang terjadi di Arsenal, penendang kelima mereka adalah Gabriel Magalhaes.
Tendangan Magalhaes melambung di atas mistar gawang PSG. Seandainya gol, itu bisa menghidupkan peluang Arsenal juara karena menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dalam laga yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.
Namun, nasib berkata lain. Sejarah belum berpihak kepada Arsenal.
"Ini salah satu momen khas John Terry, dan ini termasuk dalam kategori itu," komentar mantan bek Arsenal, Matt Upson kepada BBC.
Di sisi lain, mantan gelandang Arsenal, Jack Wilshare cukup optimis dengan performa Arsenal saat ini meskipun gagal juara untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Tim asuhan Arteta tak perlu menunggu 20 tahun seperti masa penantian sebelumnya dengan kondisi skuad yang ada.
"Butuh waktu untuk pulih, tapi saya cukup yakin tidak akan butuh 20 tahun lagi untuk mencapai final lain dengan Arteta sebagai penanggung jawab," tegasnya di TNT Sports.
"Saya yakin kami (Arsenal) akan menang melalui adu penalti, tetapi kekalahan ini sulit diterima," sambungnya.
Selama periode Liga Champions 2025/2026, Arsenal adalah satu-satunya tim yang tidak terkalahkan sebelum final.
Baca tanpa iklan