TRIBUNNEWS.COM - Toby Alderweireld, dan Phillipe Coutinho akan menjadi pemain kunci yang menentukan hasil akhir duel akbar Tottenham Hotspur kontra Liverpool dalam pekan ketiga Liga Primer Inggris di Stadion White Hart Lane, London, Sabtu (27/8).
Coutinho awal musim ini sedang dalam performa terbaik, dan Liverpool sejauh ini selalu punya rekor bagus di kandang Tottenham. Toby Alderweireld akan jadi andalan Spurs untuk menghentikan sepak terjang gelandang serang asal Brasil tersebut.
The Reds sendiri bertandang ke White Hart Lane dengan harapan memperbaiki hasil buruk akhir pekan lalu dimana mereka secara mengejutkan tumbang 0-2 di tangan Burnley.
Anfield Gank punya modal historis bagus di kandang Spurs ini dimana mereka belum pernah kalah, bahkan belum pernah kebobolan di sana sejak November 2012.
Coutinho, yang kini berusia 24 tahun Sedang berada di puncak kematangannya, dan kerap menebar teror yang membuat para bek lawan kalang kabut.
Aksinya menggiring bola memang jempolan. Ia sering melewati dua atau tiga pemain lawan, juga melepaskan umpan-umpan terukur. Tak jarang pula ia melepaskan tendangan langsung yang akurat ke gawang.
Dikutip dari Skysports, salah satu ilustrasi melonjaknya grafik Coutinho terlihat dari prosentasi dribble. Saat pertama bergabung musim 2012/13, prosentasi dribble suksesnya hanya 46%. Musim ini, kisarannya meroket sampai 67%.
Tak bisa dipungkiri, Coutinho saat ini adalah otak dari serangan The Reds. Dari kakinya, biasanya serangan The Kop bermula. Dari kakinya pula, peluang demi peluang bergulir. Ini terbukti dimana kreasinya dalam menciptakan peluang mencapai 2,5 setiap kali bertanding. Jauh berbanding dengan saat musim pertama dimana hanya mencapai 1,54.
Pelatih Jurgen Klopp sepertinya memberi tekanan khusus kepada Coutinho agar ia lebih berani, dan sering menendang bola di luar kotak penalti --hal yang jarang dilakukan di era Brendan Rodgers.
Dan ini terlihat efektif. Dimana sejauh ini ia berhasil mengemas dua gol, dari sebelas kali percobaan menendang dari luar kotak penalti.
Dan ia memang punya potensi besar untuk melakukan hal tersebut. Faktanya, sejak musim 2014/15, ia menjadi pemain liga primer tersubur yang mencetak gol di luar kotak penalti. Dimana 13 gol dari 30 golnya di berbagai kompetisi dikemas dari luar kotak penalti.
Coutinho juga punya kebiasaan selalu mencetak gol di laga melawan tim elite. Ini terbukti dari golnya ke gawang Arsenal di laga pembuka, menyusul golnya sebelumnya ke gawang Chelsea, Everton, Man City, dan Man United dalam 12 bulan terakhir. Ia juga mengemas gol pembuka saat The Reds imbang 1-1 dengan Spurs di Anfield musim lalu.
Pemain Spurs yang paling tepat untuk meredam bahaya Coutinho tak lain adalah Toby Alderweireld. Bek asal Belgia ini tampil semakin cemerlang belakangan ini.
Di Piala Eropa 2016, ia menjadi pemain kunci dengan tampil lima kali untuk mengantarkan negaranya ke babak perempatfinal. Alderweireld juga tercatat menjadi pemain Belgia terbanyak yang melakukan clearances (24 kali) alias menghalau bola sejauh mungkin dari area pertahanan,
Kiprahnya di Liga Primer pun tak kalah cemerlang. Tak heran karenanya, musim lalu hanya Bek Bournemouth, Steve Cook (298), dan Bek Swansea, Ashley Williams (314) yang punya rekor statistik lebih bagus dari Alderweireld (285) dalam urusan menghalau bola ini.
Baca tanpa iklan