News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

SOS: Zainudin Amali Harus Hadapi Ujian Sepakbola dan SEA Games 2019

Editor: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Akmal Marhali (kiri) bersama Bakal Calon Ketum PSSI mendatang, Mochamad Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada yang mengejutkan saat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Prof. Dr. KH. Maruf Amin mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Utamanya, saat mengumumkan nama Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali. Di luar ekspektasi publik alias out the box.

Zainudin merupakan Ketua DPP Partai #Golkar 2014-2019. Ia anggota DPR RI selama empat periode dan menempati berbagai komisi.

Menpora Zainudin Amali saat tiba di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (Tribunnews/Abdul Majid)

Untuk periode 2014-2019 berada di Komisi II yang mengurus Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Aparatur dan Reformasi Birokrasi, Kepemiluan, serta Pertanahan dan Reforma Agraria. Selain politikus, pria kelahiran Gorontalo, 16 September 1962 itu juga pengusaha.

Sebelum terjun ke politik, ia memimpin sejumlah perusahaan yakni PT Putra Mas, PT Wirabuana Dwi Jaya Persada, PT Gitrana Sendiko, PT Surya Terang Agung, PT Makmur Triagung, dan PT Supra Dinakarya.

Dilihat dari curriculum vitae-nya praktis tak pernah menyentuh organisasi pemuda maupun olahraga. Blunder?

"Secara mata lahir keputusan dengan memilih Pak Zainudin Amali terkesan aneh. Bagaimana mungkin sosok yang tidak banyak intens di kepemudaan dan kegiatan olahraga bisa memimpin kemenpora. Tapi, buat Pak Zainudin ini akan jadi tantangan. Setidaknya harus membuktikan dia layak memimpin kementerian pemuda dan olahraga. Jangan sampai salah jalan di dalam hutan rimba. Bisa tersesat dan ini akan sangat berbahaya," ungkap Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer #SOS.

Apalagi dibanding menteri lainnya, menpora mendapatkan pesan khusus. Saat menyebut nama Zainudin Amali sebagai Menpora, Jokowi memberikan pesan. "Sepakbolanya, Pak!"

Ini poin penting dan perlu mendapatkan perhatian serius. Maklum, Jokowi juga menegaskan tak segan memecat para menterinya bila tak maksimal. Dan, menpora mendapatkan tantangan terberat karena ada pesan singkatbyang diberikan penekanan.

"Ada dua ujian buat Menpora baru di depan mata. Pertama, terkait sepakbola (baca: PSSI). Kedua, tentunya multi event SEA Games 2019 di Filipina pada 30 November-11 Desember 2019. Menpora harus kerja cepat, kerja keras, kerja tuntas buat dua ujian tersebut. Tak mampu memberikan hasil maksimal bukan mustahil akan diresuffle," jelas Akmal.

Sepakbola memang harus mendapatkan perhatian serius di tengah banyak kasus yang terjadi. Mukai dari krisis kepemimpinan sampai banyaknya masalah yang muncul di kompetisi domestik yang berujung buruknya penampilan timnas. Hal serupa juga dialami di multi event SEA Games.

Pada SEAG 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, kontingen Indonesia mendapatkan perolehan medali emas terendah sepanjang sejarah.

Hanya 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu dengan bercokol di posisi kelima klasemen perolehan medali.

"Inilah dua tugas berat yang dihadapi menpora baru. Blunder atau tidak Pak Jokowi memilih Zainuddin Amali akan diuji di dua agenda terdekat ini," tutur Akmal.

SOS diakui Akmal tadinya berharap ada perubahan nomenklatur dengan meniadakan Kemenpora. Tapi, langsung fokus ke Menteri Olahraga.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini