News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sepak Bola

Sejarah Sepak Bola: Derby Della Capitale, Roma vs Lazio Layaknya Romantisme Romulus dan Remus

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Gigih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejarah Sepak Bola: Derby Della Capitale, Roma vs Lazio Layaknya Romantisme Romulus dan Remus

Rivalitas AS Roma dan Lazio dapat dianomalikan seperti Romulus dan Remus, yaitu dibunuh dan membunuh, dikalahkan dan mengalahkan,

Romulus dan Remus merupakan legenda yang diyakini sebagai pendiri kota Roma.

Kedua saudara itu berselisih demi mendapatkan kekuasaan yang utuh, tidak heran jika keduanya melakukan tindak pembunuhan.

Pucaknya ketika Romulus membunuh Remus dan berlanjut pada cerita Roma sebagai kekaisaran yang abadi, maka sampai sekarang Roma memiliki julukan Eternal City yang berarti Kota Abadi.

Sejarah Rivalitas

Sejarah kedua tim dimulai dengan kebencian klub klub daerah selatan terhadap tim tim yang mendominasi sepakbola Italia.

Klub klub tersebut berbasiskan di daeah Utara seperti AC Milan, Internazionale Milan dan Juventus

Hal itu yang membuat salah satu tokoh fasisme dunia, yaitu Benito Musollini, ingin menyatukan kesebelasan sepakbola berbasis di Kota Roma pada 1927.

Tujuannya agar menyeimbangkan sepakbola di Italia agar tidak hanya didominasi kawasan utara saja.

Tapi karena pengaruh jenderal fasis bernama Giorgio Vaccaro, cuma Lazio yang menolak bergabung dengan kesebelasan lain, yaitu Fortitudo-Pro Roma SGS, Roman FC dan SS Alba-Audace pada musim panas 1927 untuk menjadi AS Roma.

Wajar karena gengsi Lazio sebagai identitas kaum borjuis pada zaman itu yang menjadi perlawanan Roma dan pendukungnya sebagai basis proletar.

Penolakan Lazio untuk bergabung itulah yang menjadi segala sumber permusuhan abadi mereka dengan Roma.

Lazio yang menolak bergabung sehingga menjadi klub sepakbola paling tua di Roma, mereka mengklaim sebagai roman sejati karena berdiri pada 1900 dan merger baru dilakukan 27 tahun kemudian.

Sementara pendukung Roma keukeuh menganggap Lazio bukanlah klub sepakbola asil dari Kota Roma karena rivalnya itu sejatinya berasal dari luar kota tersebut.

Anggapan itu bisa tercermin melalui bagian terbesar pendukung Lazio adalah pendatang dari kawasan utara di daerah Parioli, Prati, Flaminio, Cassia dan Monte Mario yang cukup jauh melengkungi Kota Roma.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini