News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Euro 2020

Persiapan Inggris Hadapi Adu Penalti, dari Kane hingga Pickford dan Bantuan Welsh Rugby Union

Penulis: Gigih
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penjaga gawang Denmark Kasper Schmeichel (kanan) menyelamatkan penalti oleh penyerang Inggris Harry Kane (kiri) selama pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Denmark di Stadion Wembley di London pada 7 Juli 2021.

Itulah alasan, rata-rata pemain Inggris mengeksekusi penalti rata-rata 0,28 detik setelah wasit meniup peluit, sebagai perbandingan, Usain Bolt mulai berlari dalam waktu 0,17 detik setelah wasit menembak.

Ini yang mengevolusi pemain-pemain Inggris, dan Harry Kane adalah contoh yang sempurna.

Harry Kane, mengkomposisikan dirinya untuk segera mengeksekusi bola, dengan kekuatan yang tepat dan arah yang sulit dibaca kiper.

Lalu bagaimana dengan penjaga gawang?

Jordan Pickford (Instagram/jpickford1/everton)

Baca juga: Kasper Schmeichel, Pahlawan Denmark di Euro 2021, Lepas dari Bayang-bayang Sang Ayah

Baca juga: Prediksi Final Euro 2021: Inggris Wajib Waspada, Roberto Mancini Pastikan Italia Tampil Menekan

Di sepak bola 70 hingga 90-an, kiper hanya akan membaca gestur eksekutor, tapi FA sekali lagi, mengubah cara pandang tersebut.

Kiper tidak lagi hanya bersiap ketika penendang mengeksekusi, kiper harus tau urutan eksekutor, dan Jordan Pickford mengakuinya.

"Saya melakukan banyak riset," ujar Pickford.

"Ketika Piala Dunia 2018 (melawan Kolombia), saya menebak semua arah penendang, hanya Falcao yang mengubah arah eksekusinya," ujar Pickford.

Bahkan, cara pemain meletakkan bola adalah gesture yang wajib dibaca, pasalnya, pemain yang meletakkan bola ke kiri titik, akan megeksekusi bola ke kanan atau atas.

Data yang dihimpun Statsbomb menyebut, eksekusi ke arah kiri penjaga gawang, 34 persen berpeluang gagal dibanding yang ke arah kanan sebesar 22 persen.

Ini yang menjadi dasar bagi Pickford dan Inggris untuk arah eksekusi.

Terakhir, apabila ada penendang gagal, tidak boleh ada satupun pemain yang memberikan gestur negatif, pemain diwajibkan untuk tetap positif dan memberi dukungan untuk eksekutor lainnya.

Data ini, sudah disiapkan sejak 2014 lalu, dan apakah evolusi taktik penalti ini mampu membawa Inggris juara di Final Euro 2021?

(Tribunnews.com/Gigih)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini