News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Inggris

Kebebasan Kai Havertz di Chelsea Setelah Datangnya Romelu Lukaku dan Skema Tuchel

Penulis: Gigih
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gelandang Chelsea asal Jerman Kai Havertz (kiri) bersaing dengan gelandang Crystal Palace asal Skotlandia James McArthur dalam pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea dan Crystal Palace di Stamford Bridge di London pada 3 Oktober 2020.

TRIBUNNEWS.COM - Adalah sebuah berkah bagi Kai Havertz ketika Romelu Lukaku bergabung ke Chelsea pada awal musim ini.

Kai Havertz akhinya memiliki kebebasan ruang dalam bekreasi dengan datangnya penyerang asal Belgia ini ke Stamford Bridge.

Dan Arsenal harus sangat waspada dengan adanya kebebasan Kai Havertz di lini depan Chelsea jelang pertemuan keduanya di Liga Inggris.

Kai Havertz memang bermain sangat baik sebagai false 9 di Chelsea, peran yang tidak asing baginya sejak di Bayer Leverkusen.

Gelandang Chelsea asal Jerman, Kai Havertz (kanan ke-2) berlari dengan bola selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Chelsea dan Everton di Stamford Bridge di London pada 8 Maret 2021. (GLYN KIRK / POOL / AFP)

Baca juga: Fabinho, Mercu Suar Milik Liverpool, Tekan Ego Jurgen Klopp dan Pujian Leonardo Jardim

Baca juga: 5 Perkiraan Terkait Manchester City di Liga Premier Musim 2021/22, City Siap Pecahkan Rekor 100 Gol

Namun, yang menarik posisi aslinya adalah 'nine and half' atau deep-lying forward, dan sangat mematikan bagi lawan.

Ketika di Bayer Leverkusen, Havertz berduet dengan Lucas Alario atau Kevin Volland dalam skema 4-2-3-1- atau 4-3-3 dari Peter Bosz.

Kai Havertz tampil sangat dominan sebagai teraquartista, mencetak delapan gol di musim 2019/2020.

Yang menarik, kedatangan Romelu Lukaku bisa berpengaruh dengan permainan chelsea.

Lukaku bukanlah striker yang hanya menunggu bola, di Manchester United dan Everton, ia juga kerap menjemput bola hingga daerah pertahanan sendiri.

Akan menjadi de javu bagi Havertz, dengan sang pemain bisa mendapati diri sebagai penyerang bagi Chelsea.

Ini yang terjadi di Chelsea ketika Tammy Abraham dan Olivier Giroud tampil bersama Havertz, keduanya justru kerap turun menjemput bola, dan menciptakan situasi di mana Kai Havertz menjadi pemain terdepan chelsea.

Seperti yang ditampilkan ketika Chelsea berjumpa Manchester City di Final Liga Champions, bisa menjadi gambaran dari permainan Havertz.

Adalah transisi terlambat dari John Stones yang tertarik dengan pergerakan Werner, membuat Havertz bisa mengecoh Zinchenko dan menaklukkan Ederson yang nampak terburu-buru mengambil bola.

Lalu apa bedanya kali ini dengan Lukaku?

Chelsea memperkenalkan Romelu Lukaku sebagai pemain anyarnya di musim 2021/2022 ini (Instagram @Chelseafc)

Baca juga: Ambisi Lukaku Bareng Chelsea Kala Jumpa Arsenal - Tiru Statistik Ngeri Drogba Jinakkan Meriam London

Baca juga: Tanpa Romelu Lukaku Bukan Berarti Inter Milan Lemah dan Tak Bisa Juara Scudetto Liga Italia

Kai Havertz lebih punya kebebasan berkreasi sebagai nomor 10, dan beban untuk mencetak gol seidkit berkurang untuk Havertz.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini