News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Akmal Marhali: Kami Menaruh Harapan Besar Pada Mochamad Iriawan Putus Rantai Praktik Mafia Bola

Editor: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat memantau latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali mengaku menaruh harapan besar pada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan untuk bisa menghentikan praktik mafia bola di kompetisi sepakbola Indonesia. 

Kehadiran Iriawan di pucuk kepemimpinan PSSI, disebut Akmal menjadi kesempatan besar memutus rantai praktik pengaturan skor yang masih marak terjadi. 

Demikian disampaikan Akmal saat berbincang dengan Tribunnews.com dalam acara Superball Live, Kamis (18/11/2021). 

"Kami berharap besar kepada Pak Iriawan, jenderal bintang tiga polisi," kata Akmal.

"Kehadiran beliau menjadi kesempatan dan peluang terbesar membenahi semua aspek yang jadi permasalahan di sepakbola kita, terutama berkaitan dengan match-fixing," sambung dia. 

Berdasarkan pengamatan Akmal, 20 persen dari pengurus PSSI saat ini rata-rata adalah orang yang berlatarbelakang polisi. 

"Ketua komdis PSSI polisi, direktur operasional LIB polisi. Ketua komite etik PSSI juga polisi. Ketua umum polisi," kata Akmal.

Dengan demikian, hampir semua badan yudisial dan pengambil kebijakan di PSSI diisi orang-orang yang berlatarbelakang polisi.

"Artinya secara moral, orang tuh yakin pengaturan skor ini bisa dibenahi karena banyak polisi di PSSI. Jadi kita sebenarnya berharap besar," kata Akmal.

*Langkah-langkah Putus Rantai Praktik Pengaturan Skor di Indonesia*

Langkah-langkah yang harus diambil PSSI dalam mengatasi praktik mafia bola, pertama adalah tindakan preventif. 

Pencegahan, kata Akmal bisa dilakukan dari awal sebelum kompetisi bisa diberikan warning dari federasi. 

"Misal menegaskan tidak ada celah sedikitpun bagi siapapun yang ingin bermain mata, dalam arti merusak martabak sepakbola Indonesia dengan praktik pengaturan skor. Diperingatkan akan ditindak tegas, seberat-beratnya. Mau pemain, wasit, manajemen klub bahkan pengurus PSSI," papar Akmal.

Kemudian ada langkah-langkah konkret lain yang bisa diambil PSSI untuk meyakinkan publik bahwa praktik mafia bola bisa dihentikan. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini