Namun jika berkaca dari deretan penyerangnya seperti Harry Kane, Richarlison, Son Heung-min dan Dejan Kulusevski, bukan hal sulit untuk menjadikan San Siro sebagai saksi bisu pembantaian AC Milan.
3. Lini Serang Bapuk
Tak hanya bermasalah di lini belakang, namun juga area penyerangan.
Tiga gol dari lima laga terakhir menjadi bukti sahih bagaimana lemahnya agresifitas Milan dalam mengoyak gawang lawan.
Rafael Leao dan Olivier Giroud yang sejauh ini menjadi andalan, mengalami penurunan performa signifikan.
Brahim Diaz maupun Charles de Ketelaere yang menjadi metronom lapangan tengah, belum bisa tampil maksimal.
Ini juga berimbas kepada kreatifitas penyerangan tim. Bukan tak mungkin jika Rossoneri dibantai dengan margin tiga hingga empat gol di San Siro.
(Tribunnews.com/Giri)