News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Warga Palestina dan IDF Sama-sama Menangis Saat Israel Tarik Pasukan dari Koridor Netzarim

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GAZA UTARA - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English yang diambil pada Senin (10/2/2025) menunjukkan keadaan kehancuran Gaza Utara setelah pasukan Israel mundur dari Koridor Netzarim pada hari Minggu (9/2/2025).

Warga Palestina dan IDF Sama-sama Menangis Saat Israel Tarik Pasukan dari Koridor Netzarim

TRIBUNNEWS.COM - Penarikan diri Pasukan Israel (IDF) dari Koridor Netzarim menandai perubahan signifikan dalam agresi IDF di Gaza.

Penarikan mundur pasukan IDF ini memicu reaksi beragam dari kedua belah pihak.

Namun, ada kemiripan respons dari keduanya terkait dampak perang yang terjadi selama 15 bulan tersebut.

Bak pepatah menang jadi arang, kalah jadi abu, baik warga Palestina maupun Pasuka Israel menghadapi realitas dampak perang yang sama-sama menyakitkan.

Baca juga: Media Israel: Merasa Sia-sia, IDF Angkat Kaki dari Poros Netzarim Pemisah Gaza Sambil Menangis

Bagi warga Palestina, kembali ke daerah itu berarti bisa kembali pulang tapi hanya untuk menemukan kehancuran yang luas dahsyat di pemukiman mereka.

Adapun bagi Isael, kenyataan pahit yang mereka terima dari penarikan pasukan IDF adalah kesia-siaan agresi yang telah mengorbankan banyak nyawa prajurit dan menelan banyak biaya.

Pejabat IDF mengkritik tindakan penarikan mundur pasukan itu sebagai kekalahan dan kerugian strategis.

Koridor yang membelah Gaza menjadi dua telah menjadi titik kendali utama bagi pasukan Israel sejak dimulainya agresi.

Penguasan jalur ini digunakan Israel untuk menggusur warga Palestina dan membatasi pergerakan dan mobilisasi pihak Palestina.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Israel diharuskan mundur pada hari ke-21, dan hanya tersisa dalam zona penyangga sepanjang satu kilometer di dalam Gaza.

Namun, pasukan Israel masih menduduki Koridor Philadelphia di dekat perbatasan Mesir, dengan jadwal penarikan pasukan pada hari ke-50.

Meskipun telah memenuhi syarat utama gencatan senjata, penarikan pasukan itu terasa pahit bagi warga Palestina.

Meskipun mereka menyambut baik mundurnya pasukan Israel, kehancuran yang ditinggalkan sangat besar.

Seluruh lingkungan tinggal hancur, infrastruktur hancur, dan situasi kemanusiaan tetap mengerikan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini