News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Inggris

Son Heung-min Adalah Tottenham, Tottenham Adalah Son Heung-min

Editor: Dwi Setiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SON HEUNG-MIN ADALAH TOTTENHAM - Kapten Tottenham Hotspur Son Heung-min berfoto dengan trofi juara Liga Eropa 2024/2025 setelah menaklukkan Manchester United skor 1-0 dalam partai final yang dihelat di Stadion San Memes, Kamis (22/5/2025). Son Heung-min adalah Tottenham dan Tottenham adalah Son Heung-min, begitu kenyataannya. (Website Spurs - 22/5/2025)

"Sonny mewakili profil yang kami sukai: dinamis, jago dalam transisi, bisa bermain vertikal, dan bisa bermain di kedua sisi," ujar Paul Mitchell, yang saat itu menjabat sebagai kepala rekrutmen Southampton, kepada The Athletic .

"Kami ingin memainkan sepak bola dengan tekanan tinggi dan intensitas tinggi, baik saat menguasai bola maupun tidak. Dia sempurna."

pochettino-dan-son-heung-min (Kolase Youtube/Instagram spursofficial)

Jadi, Southampton, bukan Spurs, yang berada di barisan terdepan pada musim panas 2013.

Namun, Son memutuskan bahwa saat itu bukan waktu yang tepat untuk mencoba peruntungannya di Liga Primer.

Ia tetap di Jerman dan pindah ke Bayer Leverkusen.

Pochettino, tentu saja, meninggalkan Southampton untuk bergabung dengan Spurs pada musim panas 2014.

Enam bulan kemudian, Mitchell menyusulnya. Pochettino dan Mitchell tahu mereka memiliki tim muda yang menarik di White Hart Lane, tetapi membutuhkan tambahan ketajaman.

Mereka ingat Son, yang kini bermain untuk tim Leverkusen yang gayanya sangat sesuai dengan gaya menekan khas Pochettino.

 "Kami tidak pernah kehilangan gambaran betapa ia selaras dengan prinsip-prinsip yang ingin kami bangun dalam tim kami," kata Mitchell.

Fakta bahwa Son bersinar di tim yang sangat menekankan lari dan menekan memang penting, tetapi begitu pula ketangguhan fisiknya.

Selama dua tahun bersama Leverkusen, ia hanya absen di empat dari 94 pertandingan, dan semuanya karena pertandingan tim nasional atau skorsing.

Pada Februari 2015, Tottenham mengirim seorang pencari bakat ke Leverkusen untuk menonton pertandingan melawan Wolfsburg.

Di babak pertama, Kevin De Bruyne dan Bas Dost mengobrak-abrik Leverkusen, membangun keunggulan 3-0.

Babak kedua menjadi milik Son.

Ia memulai dengan merebut bola dari tangan Diego Benaglio dan mengumpannya ke gawang.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini