News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Champions

Virgil Van Dijk Pahlawan Liverpool, Spesialis Kemenangan Dramatis 

Penulis: Deny Budiman
Editor: Muhammad Barir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SELEBRASI - Selebrasi Virgil van Dijk usai bawa Liverpool menang atas Atletico Madrid di Liga Champions 2025/2026 dengan skor 3-2 di Anfield, Inggris pada Kamis (18/9/2025) dini hari WIB. (Foto diunduh dari laman resmi Liverpool)

Menit ke-81, Llorente kembali menjadi mimpi buruk Liverpool setelah gol keduanya —yang sempat membentur pemain lawan— membawa skor imbang. 

Ingatan pun melayang ke tahun 2020 ketika Llorente mencetak dua gol di perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Liverpool. Bedanya, kali ini bukan Atletico yang menutup laga, melainkan Liverpool dengan aktor utamanya adalah Virgil van Dijk.

Bermula dari tendangan sudut yang dieksekusi Dominic Szoboszlai. Bola ditendang agak menjauh dari gawang, dan disambut Van Dijk dengan lompatan tinggi, mengalahkan jangkauan para bek Atleti. Bola pun meluncur ke sudut kiri gawang tanpa bisa dijangkau Kiper Jan Oblak.

Anfield pun langsung bergemuruh. Gol telat dramatis kembali terulang. The Reds seperti membuktikan diri sekali lagi sebagai tim spesialis pencetak gol kemenangan dramatis di menit-menit akhir. 

Sebelumnya, gol telat Federico Chiesa memastikan kemenangan atas Bournemouth (16/8), Rio Ngumoha jadi penentu di markas Newcastle (26/8), tendangan bebas brilian Dominik Szoboszlai menundukkan Arsenal (31/8), dan penalti Mo Salah membungkam Burnley (14/9). Kini giliran Van Dijk yang masuk daftar. Lima kemenangan beruntun, dengan gaya dramatis khas Liverpool.

Sang pahlawan, van Dijk, menceritakan proses di balik gol dramatis tersebut.  

“Kami terus mencoba mencari gol ketiga, tapi mereka menyamakan kedudukan lewat defleksi besar. Itu bukan momen bagus, tapi kami menemukan cara lagi. Kami selalu berbahaya lewat bola mati, mereka juga sangat agresif. Saya senang bisa mencetak gol kemenangan," katanya di Sky Sports.

"Atletico adalah tim yang tidak pernah menyerah, mereka punya kualitas untuk menghukummu hanya dalam sekejap. Mereka melakukannya sebelum jeda, dan setelah itu kami coba kembali menekan. Kami harus tetap berjuang dan menunjukkan ketangguhan seperti yang sudah kami lakukan bertahun-tahun," ujar Van Dijk.

"Malam ini lagi-lagi menjadi malam Eropa yang luar biasa di Anfield. Kami sudah sering membuktikan mampu melakukannya. Hari ini saya yang beruntung jadi penentu. Kini kami melangkah ke depan,” kata sang kapten.

Di mata pundit Sky Sports, Jamie Carragher, van Dijk layak menjadi man of the match di laga kemarin. Bahkan, ujar mantan bek Liverpool ini, Van Dijk sudah patut masuk dalam jajaran legenda The Reds.

“Saya tidak suka menyebut Van Dijk sekadar bek tengah terbaik. Di Liverpool, banyak pemain disebut legenda karena memenangkan liga atau Liga Champions. Tapi kalau kita bicara lebih tinggi lagi —saya menyebut mereka raksasa klub, seperti Gerrard, Dalglish, Hansen, Barnes, Souness, dan Salah —. maka Van Dijk ada tepat di jajaran itu," katanya di Sky Sports.

"Dia bukan sekadar bek tengah hebat, melainkan salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah Liverpool. Tidak diragukan lagi, dia akan dikenang sebagai salah satu yang terbesar,” tuturnya.

Gol kemenangan dramatis Liverpool disambut para pendukungnya dengan sorak sorai meriah. Diikuti juga dengan insiden, yang membuat pelatih Atleti, Simeone mengamuk.

Simeone dikartu merah setelah terlibat adu mulut dengan seorang suporter di belakang bangku cadangan Atletico. Situasi memanas hingga steward turun tangan, sebelum wasit Maurizio Mariani akhirnya mengusir sang pelatih.

“Ketika mereka mencetak gol ketiga, ada suporter yang menghina saya. Saya ini manusia juga,” ujar Simeone. Namun saat ditanya lebih lanjut di konferensi pers, ia menolak memperinci.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini