TRIBUNNEWS.COM - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), resmi memecat pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, pada Kamis (16/10/2025) siang WIB.
Setelah resmi dipecat, besaran nilai kompensasi Patrick Kluivert setelah kontraknya sebagai pelatih Timnas Indonesia diakhiri lebih cepat pun menjadi perbincangan.
Pemecatan pelatih asal Belanda tersebut diawali dari hasil minor Timnas Indonesia di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Di laga pertama, Timnas Indonesia harus kalah 2-3 dari Arab Saudi, pada Kamis (9/10) setelah Kluivert menurunkan susunan pemain yang penuh tanda tanya.
Kemudian di laga kedua, Timnas Indonesia sejatinya tampil lebih baik, namun kembali tak berdaya di tangan Irak 0-1, pada Minggu (12/10).
Atas hasil itu, Indonesia mengoleksi nol poin dan berada di dasar Grup B ronde keempat dan Mimpi ke Piala Dunia 2026 pun terkubur.
Kini setelah performa minor dari Timnas Indonesia, PSSI pun langsung gerak cepat melakukan evaluasi kepada sang pelatih.
Hasilnya, PSSI dan Patrick Kluivert sepakat mengakhiri kontrak sang pelatih melalui mutual termination.
Hal ini disampaikan oleh PSSI melalui rilis resminya sekaligus memberikan ucapan terima kasih kepada pelatih asal Belanda tersebut.
Sebelumnya, PSSI dan Patrick Kluivert menyepakati kontrak selama dua tahun sejak awal 2025 dan berakhir pada 2027.
Lalu berapakah kompensasi yang bakal diterima Patrick Kluivert?
Berdasarkan laporan dari beberapa sumber, Patrick Kluivert kemungkinan besar menerima gaji sekitar Rp1,3 hingga Rp1,5 miliar per bulan atau sekitar Rp18 milar per tahun.
Jumlah tersebut termasuk tunjangan bonus, serta fasilitas tempat tinggal di Indonesia.
Baca juga: Dipecat Timnas Indonesia, Kluivert Beri Respons Sembari Tutup Kolom Komentar Instagram
Namun belum ada dua tahun sejak penandatanganan kontrak, Kluivert sudah diumumkan tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia.
Tentu saja pemutusan hubungan kerja Kluivert menimbulkan konsekuensi kompensasi.
Baca tanpa iklan