News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Timnas Indonesia

La Grande Indonesia Protes Tayangan Berbayar Timnas: “Bukan Begitu Cara Cari Uang”

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KOREOGRAFI SPEKTAKULER - Koreografi spektakuler bertema “Gatot Kaca Penghancur Tembok China” karya La Grande Indonesia mewarnai kemenangan Timnas Indonesia atas China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/6/2025). Karya koreografi tersebut bermodalkan dana Rp 200 juta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kelompok suporter La Grande Indonesia menyampaikan protes terhadap kebijakan tayangan berbayar di kanal YouTube Timnas Indonesia.

Mereka menilai konten Timnas seharusnya menjadi milik publik, bukan dikunci di balik sistem langganan komersil.

Sejak tahun lalu, PSSI menerapkan skema berlangganan Rp19 ribu per bulan untuk mengakses konten eksklusif skuad Garuda di kanal YouTube Timnas Indonesia.

Kebijakan ini mencakup seluruh konten Timnas Indonesia di kanal YouTube resmi, termasuk tim senior, kelompok usia, dan Timnas Putri.

Penonton yang sudah membeli tiket pertandingan pun tetap harus membayar untuk mengakses tayangan digital tersebut.

“Timnas Itu Domain Publik!”

Koordinator Divisi Media dan Komunikasi La Grande Indonesia, Ilham Harahap, menyampaikan bahwa konten Timnas seharusnya bisa diakses publik tanpa harus membayar.

“Harusnya, Timnas itu kan domain publik ya. Kecuali siaran lah ya. Karena siarannya bisa dibagi dengan pihak ketiga,” ujarnya kepada Tribunnews, Sabtu (18/10/2025).

Ia menambahkan, bahkan untuk menonton highlight futsal pun harus berlangganan.

“Kami juga yang kemarin futsal harus berbayar. Terus mau nonton full highlight juga harus berbayar. Kayaknya tidak begitu cara cari uangnya. Harusnya ada opsi lain,” tegasnya.

Baca juga: Mencuatnya Louis van Gaal sebagai Calon Pelatih Timnas Indonesia, Sudah Sembuh dari Kanker Prostat

Monetisasi Harusnya Lewat Iklan

Menurut Ilham, monetisasi seharusnya bisa dilakukan lewat iklan tanpa membebani penonton.

Ia berharap federasi PSSI mempertimbangkan keinginan suporter agar cuplikan konten Timnas bisa dinikmati masyarakat luas.

“Iklan produk kan banyak yang masuk ke Timnas dan ke pemain. Seharusnya langsung saja hard-selling di bagian highlight, itu enggak masalah buat penonton. Tapi kalau semua harus berbayar, ya nanti apa-apa jadi bayar terus,” jelasnya.

Siapa La Grande Indonesia?

La Grande Indonesia (LGI) adalah salah satu komunitas suporter fanatik pendukung Timnas Sepak Bola Indonesia, terutama di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Didirikan pada 11 November 2011, LGI berawal dari komunitas fans Inter Milan dan berkembang menjadi gerakan nasional yang dikenal lewat aksi visual seperti tifo, koreografi, dan chant.

Mereka menempati tribun utara GBK dan aktif menyuarakan isu publik seperti akses tayangan Timnas, harga tiket, dan transparansi federasi PSSI.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini