"Untuk memulai kembali latihan, sejak hari pertama, ini sangat sulit, dan seperti yang saya katakan, rindu keluarga," lanjutnya.
Federico Barba sendiri memang menghabiskan sebagian banyak kariernya di Italia.
Ia pernah membela AS Roma, Empoli, Verona, hingga Como.
Sejak didatangkan Persib pada awal musim ini, Barba pun menjadi pilar penting di lini pertahanan tim asuhan Bojan Hodak.
Adaptasinya berjalan cepat, kontribusinya nyata, dan statusnya sebagai pemain kunci tak terbantahkan.
Tentu saja kepergian Barba akan menjadi kehilangan yang sangat besar bagi Persib Bandung.
Hingga pekan ke-15 Super League 2025/2026, ia telah tampil dalam 10 pertandingan dan mencetak tiga gol—angka impresif untuk seorang bek tengah.
Kepercayaan Bojan Hodak terhadap Barba juga terlihat jelas.
Ia bahkan dipercaya mengenakan ban kapten saat Persib menghadapi Bhayangkara FC, menandakan perannya bukan sekadar pemain asing pelengkap.
Di level Asia, kontribusi Barba juga signifikan. Ia membantu Persib lolos ke babak 16 Besar AFC Champions League Two dan mencatatkan satu assist dari lima penampilan.
Menarik dinantikan, akankah Barba akan berpisah dengan Bobotoh dan pulang ke Italia di bursa transfer Januari mendatang.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)(TribunJabar/Lutfi Ahmad Mauludin)
Baca tanpa iklan