News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Piala Super Spanyol

Ultimatum Florentino Perez: Piala Super Spanyol Bisa Jadi Akhir Xabi Alonso

Penulis: Muhammad Ali Yakub
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

EKPRESI KECEWA - Ekspresi pelatih Real Madrid, Xabi Alonso setelah timnya dibantai 4-0 oleh PSG dalam laga semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 di MetLife Stadium, Kamis (10/7/2025). Foto diambil dari website FIFA Club World Cup pada Kamis, 10 Juli 2025. Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengambil sikap tegas dengan menjadikan Piala Super Spanyol sebagai tolok ukur kelangsungan jabatan Xabi Alonso.

TRIBUNNEWS.COM - Tekanan di internal Real Madrid meningkat jelang ajang Piala Super Spanyol, dan sorotan kini sepenuhnya mengarah kepada Xabi Alonso.

Manajemen Real Madrid disebut telah mencapai titik kritis terkait masa depan sang pelatih.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dikabarkan mengambil sikap tegas dengan menjadikan Piala Super Spanyol sebagai tolok ukur kelangsungan jabatan Alonso.

Perez disebut menegaskan bahwa kegagalan Real Madrid, baik di semifinal maupun final Piala Super Spanyol, dapat membuat posisi Alonso tidak lagi dapat dipertahankan.

Kekalahan dari Atletico Madrid akan menjadi skenario terburuk yang berpotensi berujung pada pemecatan.

Dalam diskusi internal, Perez bahkan mengingatkan dewan direksi mengenai pengalaman pahit sebelumnya.

“Kita tidak bisa mentolerir penghinaan lain seperti yang terjadi di Metropolitano atau saat melawan Celta Vigo,” ujar Perez, dikutip dari Defensa Central.

PRESIDEN REAL MADRID - Presiden Real Madrid Spanyol Florentino Perez berpose setibanya untuk menghadiri upacara penghargaan Ballon d'Or France Football 2022 di Theater du Chatelet di Paris pada 17 Oktober 2022. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, pernah berkeinginan untuk memindahkan kandang Los Blancos ke sebuah taman hiburan bernama Real Madrid Land. (Foto Arsip, Oktober 2022) (FRANCK FIFE / AFP)

Situasi ini menempatkan Xabi Alonso dalam posisi yang sangat sulit.

Bahkan kekalahan tipis, terutama jika disertai performa tanpa karakter dan daya saing, bisa menjadi pemicu keputusan ekstrem.

Di Real Madrid, hasil bukan satu-satunya ukuran. Sikap, intensitas, dan mentalitas bertanding juga menjadi faktor penilaian utama.

Baca juga: Alaba dan Rudiger Tak Pasti, Mbappe Dorong Real Madrid Boyong Bek Baru Rp587 Milliar

Alonso sendiri memahami sepenuhnya besarnya tekanan tersebut. Sebagai mantan pemain Real Madrid, ia mengenal betul budaya klub di mana pelatih kerap menjadi pihak pertama yang disorot saat hasil tak sesuai ekspektasi.

Meski secara status hanya semifinal, laga kontra Atletico Madrid dipandang layaknya final.

Kekalahan bukan hanya akan mengubur ambisi meraih Piala Super Spanyol, tetapi juga bisa mengakhiri masa jabatan Alonso secara mendadak.

Di tengah tekanan besar itu, Alonso bersama staf dan pemainnya tetap mencoba menjaga optimisme. Namun, mereka sadar betul bahwa Atletico Madrid kerap tampil berbeda saat menghadapi Real Madrid.

Meski performa Los Rojiblancos tengah naik turun, sejarah menunjukkan mereka selalu mampu meningkatkan level permainan dalam duel derby.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini