Pantai Gading pun harus rela tersingkir dan langsung angkat koper setelah hanya bisa mentok di babak perempat final.
Kegagalan Pantai Gading lolos ke semifinal, seakan menambah momen crash yang dialami oleh para juara bertahan di Piala Afrika.
Pada edisi 2023 lalu, hal serupa juga menimpa Senegal yang berstatus juara bertahan.
Senegal sama sekali juga gagal lolos ke semifinal Piala Afrika 2023, setelah sempat menjadi juara edisi 2021.
Pada tahun 2021, hal serupa juga menimpa Aljazair yang berstatus jawara bertahan.
Jika dirinci, momen apesnya sang juara bertahan ini dimulai sejak Mesir menjadi jawara bertahan pada tahun 2012.
Pada tahun tersebut, Mesir yang berstatus juara bertahan, gagal lolos ke semifinal, dan akhirnya tidak mampu mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Setelah Mesir, negara-negara yang berstatus juara bertahan selalu gagal untuk mencapai tahap semifinal.
Sebut saja Zambia (2013), Nigeria (2015), Pantai Gading (2017), Kamerun (2019), Aljazair (2021), Senegal (2023) dan terbaru Pantai Gading (2025).
Salah vs Mane Rebutan Tiket ke Final
Laga semifinal Piala Afrika 2025 yang mempertemukan Mesir vs Senegal akan menghadirkan sorotan tajam kepada masing-masing pemain bintang dari kedua negara.
Dari kubu Mesir, sosok Mohamed Salah jelas menjadi tokoh antagonis utama.
Sementara dari Senegal, ada Sadio Mane yang tetap menjadi sosok kunci tim tersebut merebut kembali gelar Piala Afrika yang pada edisi sebelumnya direbut Pantai Gading.
Bertemunya Salah dan Mane di lapangan yang sama, namun dengan seragam berbeda, jelas menghadirkan nostalgia tersendiri.
Hal ini mengingat keduanya sudah pernah saling bertemu di final Piala Afrika 2021 yang kala itu dimenangkan Senegal, negara yang diperkuat oleh Mane.
Bagi Mesir, pertempuran melawan Senegal menjadi momen balas dendam atas kekalahan di final, lima tahun silam.
Baca tanpa iklan