News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Piala Afrika

From Hero to Zero, Gelar Top Skor Piala Afrika 2025 Brahim Diaz Hambar

Penulis: Muhammad Ali Yakub
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SELEBRASI BRAHIM DIAZ - Pemain Timnas Maroko, Brahim Diaz, melakukan selebrasi usai membobol gawang Tanzania pada pertandingan babak 16 besar Piala Afrika 2025 di Stade Prince Moulay Abdallah pada Minggu (4/1/2026) malam WIB. Gagal eksekusi penalti panenka dengan baik di laga final kontra Senegal (19/1/2026) dini hari WIB, gelar top skor Piala Afrika 2025 yang terasa kosong bagi Brahim Diaz. (Instagram Timnas Maroko - 5/1/2026)

TRIBUNNEWS.COM – Brahim Diaz menjalani malam paling pahit dalam karier internasionalnya bersama Timnas Maroko di Piala Afrika 2025.

Dari sosok pahlawan sepanjang turnamen, ia berubah menjadi figur paling disorot setelah gagal mengeksekusi penalti di final Piala Afrika 2025 melawan Senegal, Senin (19/1/2026) dini hari.

Dalam laga yang berlangsung di Prince Moulay Abdellah Stadium, timnas Maroko harus mengakui keunggulan Senegal dengan skor tipis 0-1.

Satu-satunya gol kemenangan Senegal dicetak Pape Gueye melalui tendangan keras pada babak extra time menit ke-94.

Padahal, Maroko sejatinya berpeluang besar mengakhiri laga dalam waktu normal.

Pada masa injury time babak kedua, Brahim Diaz dipercaya menjadi algojo penalti.

Namun, eksekusi panenka yang ia lepaskan mampu ditebak dengan sempurna oleh kiper Senegal, Edouard Mendy.

Ironisnya, momen tersebut terjadi saat Diaz menyandang status top skor turnamen. Gelar individu prestisius itu pun terasa hambar, bahkan menyakitkan.

Dari Penyelamat Menjadi Sorotan

Sepanjang Piala Afrika 2025, Brahim Diaz tampil gemilang. Ia mencetak gol secara beruntun dalam lima pertandingan pertama hingga babak perempat final, menjadi motor utama perjalanan Maroko menuju final.

Meski sempat puasa gol di semifinal, Diaz memiliki peluang emas untuk menambah koleksi golnya di partai puncak. Namun, kegagalan penalti justru mengubah segalanya.

Dalam hitungan detik, narasi kepahlawanan berubah menjadi tragedi. Stadion terdiam, dan wajah Diaz seketika mencerminkan keterpurukan yang mendalam.

Gelar Top Skor yang Terasa Kosong

Dengan torehan lima gol, Brahim Diaz tetap dinobatkan sebagai top skor Piala Afrika 2026. Namun, ekspresinya saat menerima penghargaan memperlihatkan betapa gelar tersebut tak mampu mengobati kekecewaan.

Alih-alih tersenyum bangga, Diaz terlihat menunduk. Bagi sang penyerang Real Madrid, trofi juara jauh lebih bermakna dibandingkan pencapaian individu.

Pelatih Maroko, Walid Regragui, menilai situasi jelang penalti turut memengaruhi mental Diaz.

Diketahui, penalti diberikan pada menit ke-90+7, namun eksekusi baru dilakukan sekitar 17 menit kemudian akibat protes panjang dari pemain Senegal.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini