“Saat ini saya tidak memiliki kriteria seleksi. Yang saya inginkan adalah proyek yang bagus untuk saya. Ini bukan soal uang, ini soal kesenangan,” tambahnya.
Perkiraan Gaji Kurzawa di Persib
Persib Bandung tampaknya menjadi klub yang paling selaras dengan keinginan tersebut. Maung Bandung kemudian memboyong Kurzawa ke Indonesia pada Januari 2026.
Gaji Kurzawa di Persib diperkirakan tak akan jauh berbeda dengan yang ia terima di Boavista, yakni di bawah Rp198 juta per pekan, angka yang sangat kontras dibanding masa kejayaannya di PSG.
Perbedaan gaji ini mencerminkan realitas finansial kompetisi. Ligue 1 Prancis berada di level elite sepak bola Eropa dengan dukungan hak siar dan sponsor global, sementara Super League Indonesia memiliki struktur ekonomi yang jauh berbeda.
Meski mengalami penurunan gaji signifikan, keputusan Kurzawa bergabung dengan Persib diyakini bukan semata soal uang.
Faktor menit bermain, tantangan baru, serta peran sentral di dalam tim menjadi alasan kuat di balik pengorbanan finansial tersebut.
Bagi Persib, kehadiran Kurzawa jelas merupakan langkah besar. Pengalaman bermain di Liga Champions dan atmosfer sepak bola Eropa diharapkan mampu mendongkrak kualitas tim, sekaligus memberi dampak positif bagi perkembangan pemain lokal.
Perbandingan gaji Kurzawa di PSG dan Persib menjadi gambaran nyata jurang finansial antara sepak bola Eropa dan Asia Tenggara benar-benar jomplang bak bumi dan langit.
Namun di balik angka tersebut, langkah Kurzawa menandai fase baru dalam kariernya, yang sarat makna baik bagi sang pemain maupun bagi Persib Bandung.
(Tribunnews.com/Ali)
Baca tanpa iklan