TRIBUNNEWS.COM - Sebuah insiden mewarnai kemenangan Inter Milan atas Cremonese pada girnata ke-23 Liga Italia, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.
Dalam laga yang digelar di Stadio Giovanni Zini, Inter Milan berhasil mengamankan tiga poin dengan skor 2-0.
Namun, kemenangan tersebut dinodai oleh aksi buruk oknum suporter Inter yang melempar flare ke lapangan, mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, kiper timnas Indonesia.
Inter Milan tampil dominan sejak awal. Gol pembuka dicetak oleh kapten tim Lautaro Martinez pada menit ke-16 melalui sundulan tajam dari sepak pojok Federico Dimarco.
Gol kedua menyusul pada menit ke-31 lewat tendangan keras Piotr Zielinski.
Dengan hasil ini, Inter Milan mengokohkan posisi di puncak klasemen Liga Italia dengan 55 poin dari 23 pertandingan, unggul delapan poin dari AC Milan yang berada di peringkat kedua (meski AC Milan punya satu laga lebih banyak).
Sementara Cremonese tertahan di peringkat ke-15 atau ke-16 dengan 23 poin, masih berjuang menghindari zona degradasi setelah menjalani sembilan laga tanpa kemenangan.
Insiden flare terjadi di menit ke-49, tepat di awal babak kedua.
Saat Audero berdiri sendirian di area penalti, sebuah flare dilempar dari sektor suporter tamu Inter Milan.
Flare tersebut jatuh tepat di dekat kaki Audero, meledak dengan keras, membuat kiper berusia 29 tahun itu terjatuh dan tampak linglung.
Wasit langsung menghentikan pertandingan sementara untuk memberikan perawatan medis.
Audero dikabarkan mengalami luka bakar ringan di kaki, namun setelah dicek tim medis, ia menyatakan diri fit untuk melanjutkan laga.
Berdasarkan laporan dari Goal.com, selama insiden tersebut terdengar chant provokatif dari tribun suporter Inter Milan seperti "Kau harus mati" yang ditujukan kepada Audero.
Lautaro Martinez Minta Maaf
Seusai pertandingan, Lautaro Martinez secara tegas mengutuk aksi yang dilakukan suporter Inter Milan tersebut.
Lautaro juga menyampaikan permohonan maaf kepada Emil Audero akibat insiden tersebut.
Baca tanpa iklan