TRIBUNNEWS.COM - Iran membuktikan kualitas mereka sebagai raja terakhir futsal Asia dengan meraih kemenangan atas Irak di babak semifinal Piala Asia Futsal.
Iran menang dengan skor 2-4 dalam laga ketat yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026) sore.
Iran harus dua kali bangkit dari ketertinggalan sebelum akhirnya menutup babak pertama dengan skor sama kuat 2-2.
Di babak kedua, Iran menunjukkan kualitas sekaligus mentalitas juwara mereka. Pemilik 13 gelar Piala Asia Futsal ini menciptakan peluang-peluang berbahaya hingga akhirnya menambah dua gol.
Kemenangan ini membuat Iran melanjutkan dominasinya di kancah Asia. Mereka telah enam kali beruntun masuk ke babak final.
Sebelumnya, di lima edisi terakhir di babak final, Iran meraih tiga kali gelar juara yakni pada 2016, 2018, dan 2024 dan dua runner up pada 2022 dan 2014.
Dengan hasil ini, Iran akan tampil di final Piala Asia Futsal untuk ke-16 kalinya dan selangkah lebih dekat menuju gelar ke-14.
Iran kini tinggal menunggu pemenang antara Indonesia vs Jepang yang baru akan digelar pada pukul 19.00 WIB di venue yang sama.
Highlight Pertandingan
Sejak awal laga, kedua tim langsung tampil terbuka dan saling menekan.
Irak sempat mengancam melalui Mustafa Ihsan dan Harith Saad, sementara Iran merespons lewat sundulan Mohammadihossein Derakhshani yang membentur mistar gawang.
Irak lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-10. Salim Kadhim mencuri bola dari kaki Saeid Ahmad Abbasi di area tengah, lalu melaju kencang sebelum melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang yang tak mampu dibendung kiper Iran, Bagher Mohammadi.
Namun keunggulan itu hanya bertahan satu menit. Ahmad Abbasi menebus kesalahannya dengan mengirim umpan terobosan akurat kepada Derakhshani, yang menuntaskannya menjadi gol penyama kedudukan dari jarak dekat.
Laga kembali memanas pada menit ke-13 ketika Irak kembali unggul.
Tendangan bebas Ghaith Riyadh mengarah ke Kadhim, yang sempat digagalkan Mohammadi, tetapi bola muntah langsung disambar Kadhim meski dalam posisi terjatuh. Irak pun memimpin 2-1.
Iran menolak menyerah. Tiga menit sebelum turun minum, Behrooz Azimi melepaskan tembakan jarak jauh spektakuler yang meluncur deras ke gawang Irak dan mengubah skor menjadi 2-2.
Baca tanpa iklan