News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Liga Champions

Benfica vs Real Madrid, Mourinho: Raja yang Terluka Itu Berbahaya

Penulis: Muhammad Nursina Rasyidin
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERSENYUM - Jose Mourinho tersenyum saat sesi perkenalan sebagai pelatih baru, Benfica pada Jumat (19/9/.2025). - Komentar Jose Mourinho jelang pertandingan Benfica vs Real Madrid leg pertama playoff 16 besar Liga Champions, rabu (18/2/2026) jam 03.00 WIB.

TRIBUNNEWS.COM - "Kami tahu apa yang telah kami lakukan kepada raja liga Champions. Mereka terluka, dan raja yang terluka itu berbahaya," ungkap Jose Mourinho jelang pertandingan playoff 16 besar Liga Champions, dikutip dari Madrid Universal.

Seuntai kalimat yang diucap Mourinho memang benar. Bagaimana Real Madrid, si pemilik trofi Liga Champions paling banyak (15 gelar) itu kalah di Estadio da Luz, Lisbon pada 29 Januari lalu.

Laga tersebut berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Si Elang, Benfica. Hasil yang membuat Los Blancos harus melakoni playoff untuk tampil di babak 16 besar.

Sejatinya, ini kali kedua secara beruntun bagi 'si raja' tampil di babak playoff dalam format league phase Liga Champions.

TERSENYUM - Jose Mourinho tersenyum saat sesi perkenalan sebagai pelatih baru, Benfica pada Jumat (19/9/.2025). (Instagram Benfica)

Musim sebelumnya, Real Madrid berhasil melewati adangan Man City, dan musim ini menghadapi Benfica.

Mengingat lagi apa yang disampaikan Mou, si raja sedang terluka. Kekalahan pilu tersebut diwarnai dengan catatan minor Real Madrid karena dua pemainnya menerima kartu merah, Rodrygo dan Raul Asencio.

Hasil tersebut akan menambah kegusaran Real Madrid terhadap mantan pelatihnya tersebut.

Pasalnya, Mou pernah meninggalkan Los Blancos dengan aura negatif pada periode keduanya di Bernabeu, medio 2010 hingga 2013.

Menurut ESPN, sumber-sumber yang bekerja dengan Mourinho selama dua periode kepelatihannya di Chelsea mengatakan bahwa ia telah berubah pada periode kepemimpinannya.

Baca juga: Jadwal Playoff 16 Besar Liga Champions: Misi Kemenangan Real Madrid ke Lisbon, Bodo/Glimt vs Inter

Masa jabatannya di Real Madrid meninggalkan luka permanen dan membuatnya menjadi sosok yang lebih kasar dan tidak populer baik di ruang ganti maupun di jajaran manajemen.

Mou juga belum mampu menghidupkan kembali rekornya sebagai pemenang trofi di ajang bergengsi, meskipun melatih tim elit.

Pada periode itu juga, Mou kehilangan dominasinya saat menghadapi raksasa Catalan, Barcelona.

Masa jabatan Mou dengan Real Madrid bberakhir dengan kurangnya kepuasan dan tingkat kesuksesan yang tidak sesuai dengan harapan Los Blancos.

Terlepas dari itu, Mou adalah Mou. Pelatih dengan julukan The Spesial One. Pelatih yang terbukti sukses di berbagai kompetisi sepak bola Eropa.

Dari sejumlah tim papan atas Eropa, hanya bersama Tottenham Mourinho gagal mempersembahkan gelar juara.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini