News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sepak Bola

Tanamkan Winning Mentality, Kunci Coach Khoirullah Siapkan Pemain PFA Sukoharjo ke Level Timnas

Penulis: Niken Thalia
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Di balik banyaknya bakat pemain muda yang mulai menghiasi skuad Tim Nasional (Timnas) kelompok umur, terdapat proses disiplin tinggi yang berlangsung di balik pagar asrama.

Salah satu sosok yang berada di garda terdepan dalam proses pembinaan ini adalah Muhammad Khoirullah, Pelatih Kepala U-16 di Pandawa Football Academy (PFA) Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pelatih muda berusia 26 tahun asal Wonogiri ini membagikan kisah tentang bagaimana PFA bukan sekadar sekolah sepak bola, melainkan sebuah laboratorium yang dirancang untuk mencetak pemain elit.

Salah satu jebolan PFA Sukoharjo yang masuk ke Timnas Indonesia adalah Dafa Zaidan El Fikri. Ia masuk dalam skuad Timnas U17 Indonesia di Piala Dunia U17 2025 beberapa waktu lalu.

Kurikulum Holistik

Menurut Coach Khoirullah, kunci utama kesiapan pemain PFA saat dipanggil Timnas terletak pada metodologi holistik. PFA tidak hanya fokus pada apa yang terjadi di lapangan selama 90 menit pertandingan.

"Kami mempersiapkan pemain agar mampu tampil di level elite sebagai tujuan utama," ungkapnya ketika ditanyai Tribunnews pada Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Sorotan Hasil Drawing Piala Asia U17 2026: Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka, Thailand Enteng

Metode ini menggabungkan latihan teknik individu, extra training, hingga pembinaan mental melalui sistem boarding school.

Dengan tinggal di asrama, kemandirian dan sikap siswa dipantau penuh selama 24 jam.

"Kami menekankan tagline Winning Mentality. Jiwa kompetitif harus tumbuh secara alami karena mereka hidup dalam ekosistem sepak bola setiap hari," jelas sang pelatih.

Instrumen yang Terstruktur

Pendekatan Coach Khoirullah berbeda karena menekankan objektivitas dalam menilai pemain. Tidak ada ruang bagi penilaian subjektif semata.

Perkembangan pemain dipantau melalui instrumen terukur, meliputi:

  • Rapor Periodik: tes fisik rutin setiap tiga bulan.
  • Statistik Kompetisi: data performa di setiap pertandingan.
  • Analisis Video: pemahaman taktik melalui bedah visual (individu, grup, dan tim) di kelas.
  • Sistem "Yo-Yo": menjaga motivasi pemain agar tidak cepat puas, terutama saat mulai dilirik pemandu bakat nasional.

Kompetitif Lewat Sistem Promosi-Degradasi

Coach Khoirullah menerapkan sistem promosi-degradasi yang ketat di kelompok usia U-16, yang terbagi dalam empat tim (A, B, C, dan D).

"Setiap pemain di tim A hingga D berada dalam format Yo-Yo," ujarnya.

Jika kemampuan atau kedisiplinan seorang pemain menurun, ia harus siap turun kelas. Sebaliknya, mereka yang menonjol berhak naik tingkat.

Sistem ini memastikan pemain tetap rendah hati sekaligus ambisius, karena posisi mereka tidak pernah benar-benar aman.

Menjembatani ke Liga 1

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini