News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Super League

Kembali dapat Kartu Kuning, Mauricio Souza Minta Maaf hingga Sayangkan Tak Ada VAR

Penulis: Abdul Majid
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TIGA POIN - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, bersama dengan pemainya Alaaeddine Ajaraie melakukan konferensi pers usai mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1 di Jakarta International Stadium, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, kembali mendapatkan kartu kuning saat timnya menghadapi PSM Makassar pada pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026) malam.

Kartu kuning tersebut diberikan setelah Mauricio Souza meluapkan emosinya terhadap keputusan wasit tengah.

Pelatih asal Brasil itu terlihat melempar botol ke arah lapangan, yang secara tidak sengaja mengenai wasit cadangan yang berada di dekatnya.

Insiden tersebut langsung dilaporkan kepada wasit tengah, sebelum akhirnya Mauricio diganjar kartu kuning.

Seperti diketahui, Mauricio Souza kerap tampil emosional saat memimpin Persija dari sisi lapangan.

TIGA POIN - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, bersama dengan pemainya Alaaeddine Ajaraie melakukan koferenis pers usai mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1 di Jakarta International Stadium, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (20/2/2026). (Tribunnews.com/Abdul Majid)

Hingga pekan ke-22, ia tercatat telah mengoleksi lima kartu kuning. Bahkan pada laga sebelumnya kontra Bali United, Mauricio harus absen mendampingi tim dari bangku cadangan akibat sanksi akumulasi kartu.

Usai pertandingan, Mauricio Souza mengakui tindakannya tersebut merupakan reaksi emosional yang tidak seharusnya terjadi.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada staf pelatih dan timnya.

“Saya sudah meminta maaf kepada staf pelatih. Itu adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan saya lakukan tanpa berpikir panjang,” ujar Mauricio.

Mauricio menjelaskan emosinya dipicu oleh situasi di lapangan yang menurutnya jelas offside, namun tidak langsung diputuskan oleh hakim garis.

Ia menilai terjadi penundaan keputusan seolah-olah menunggu konfirmasi Video Assistant Referee (VAR), padahal pertandingan tersebut tidak menggunakan teknologi VAR.

Baca juga: Taklukkan PSM Makassar, Pelatih Persija Akui Puas dengan Penampilan Jordi Amat Cs

“Kami sudah tahu sejak awal tidak ada VAR. Dalam situasi tersebut, saya melihat pemain lawan berada dalam posisi offside. Saya melihat hakim garis berlari dan membiarkan permainan terus berjalan, seolah-olah menunggu konfirmasi VAR,” jelasnya.

Menurut Mauricio, apabila pertandingan tidak menggunakan VAR, maka keputusan seharusnya diambil secara langsung tanpa penundaan.

“Jika tidak ada VAR, maka tidak boleh ada penundaan. Keputusan harus diambil saat itu juga. Itulah yang memicu reaksi saya, dan sekali lagi saya meminta maaf,” tegasnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini