TRIBUNNEWS.COM – Persis Solo kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra PSBS Biak pada lanjutan Super League 2025/2026, Sabtu (20/2/2026) malam WIB di Stadion Manahan, Solo.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Laskar Sambernyawa langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan PSBS Biak.
Persis akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-30 melalui sontekan Dimitri Lima Souza yang memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti. Gol tersebut membuat publik Manahan bersorak dan memberi harapan kemenangan bagi tuan rumah.
Setelah unggul, Persis terus mendominasi permainan. Sejumlah peluang tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat keunggulan tetap tipis.
Petaka datang pada menit ke-81. PSBS Biak yang lebih banyak bertahan justru mampu mencuri gol penyeimbang lewat tandukan Luquinhas, memanfaatkan umpan silang akurat. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga laga usai.
Hasil ini membuat Persis Solo semakin terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi 13 poin dari 22 pertandingan.
Selain itu, rekor tanpa kemenangan di kandang sepanjang musim Super League 2025/2026 pun masih berlanjut (4 imbang, 7 kalah).
Di sisi lain, tambahan satu poin cukup bagi PSBS Biak untuk bertahan di peringkat ke-15 dengan raihan 18 poin, tepat di batas aman zona degradasi.
Milo Kecewa Gagal Maksimalkan Peluang
Usai pertandingan, pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengaku kecewa timnya gagal mengamankan tiga poin meski tampil dominan.
“Hari ini bermain baik dan menciptakan banyak peluang dan di satu sisi tim lawan hanya memiliki beberapa peluang, termasuk umpan crossing yang menjadi gol (lewat sundulan),” ujar Milomir dalam konferensi pers.
Pelatih berusia 61 tahun itu menilai anak asuhnya sebenarnya sudah menunjukkan permainan yang baik. Namun finishing masih menjadi momok bagi timnya.
“Ya inilah sepak bola, anak-anak sebenarnya bermain bagus dan menciptakan banyak peluang. Harusnya kita dapat menciptakan lebih banyak gol,” tambahnya.
Meski hasil tak sesuai harapan, Milo tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya.
“Saya rasa anak-anak sudah memberikan segalanya.”
Ia juga menyinggung komposisi pemain asing di dalam skuadnya.
Baca tanpa iklan