TRIBUNNEWS.COM - Mantan pelatih Italia, Cesare Prandelli menilai Juventus mampu mengatasi defisit gol atas Galatasaray pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions tengah pekan lalu.
Kejutan, Juventus pulang dengan hasil pilu karena kekalahan 5-2 di kandang Galatasaray.
Hasil itu menjadi kekalahan terbesar Juventus di Liga Champions, dan menjadi kemenangan terbesar bagi Galatasaray di ajang Benua Biru Eropa.
Juventus pernah mengalami situasi ini pada musim 2018/2019 ketika masih diperkuat Cristiano Ronaldo.
Si Nyonya Tua kalah di Wanda Metropolitano atas Atletico Madrid dengan skor 2-0.
Tapi saat berlaga di Turin, Juventus menang dengan skor 3-0 berkat hattrick sang megabintang Cristiano Ronaldo.
Prandelli mendapat pertanyaan, lalu siapa yang akan menjadi Cristiano Ronaldo-nya Juventus pada laga melawan Galatasaray besok?
Jawabannya tegas, "Spalletti".
Ya, pelatih Italia itu akan bertransformasi menjadi Cristiano Ronaldo, bukan sebagai pemain tetapi sebagai sosok yang berpengalaman dan berkarismatik.
"Dia tidak turun ke lapangan, tetapi dialah yang paling berpengalaman dan karismatik," kata Prandelli kepada Gazzetta dello Sport, dilansir Football Italia.
"Saya tidak berharap dia akan memberikan ide-ide baru, saya pikir dia akan fokus pada pemain-pemain andalannya."
"Galatasaray dan Roma adalah dua pertandingan yang akan membuat Juventus berjuang untuk musim mereka, dan bagi banyak pemain, juga untuk masa depan mereka," tambahnya.
Pertandingan melawan Galatasaray adalah penentuan Juventus untuk melaju ke babak 16 besar Liga Champions.
Ajang yang akan memberikan banyak pemasukan untuk keuangan klub.
Baca tanpa iklan